Cempaka membuka matanya. "Um … iiiiissh! jam berapa atuh …," gumamnya. Dia melirik ke arah sekitar kamar, pencahayaan di dalam kamarnya agak gelap. "Gelap," gumam gadis itu. Setelah tahu bahwa kamarnya gelap, dia bangun dari tidur. "Eleuh-eleuh, ternyata teh ini sudah malam. Campak teh asik ketiduran sampai tidak tahu waktu." Cempaka menekan saklar lampu, kelopak matanya agak dia sipitkan karena pupilnya harus menyesuaikan pencahayaan dari gelap ke terang. "Huum, terlalu terang, jadi silau, kan." Matanya masih disipitkan hingga terdengar suara yang sudah sangat familiar di pendengarannya. Broook brook brook! "Aaduuuh, keluar banyak euy gas-nya." "Heum, bau, huek!" Cempaka mengipasi daerah di mana campuran gas keluar dari bawah pantatnya, dia mengerutkan lubang hidungnya agar t

