Bab 48

1667 Kata

Marsudi dan Dahlia baru saja tiba di kebun ubi sang adik. "Safar!" panggil Marsudi tanpa menyapa atau memberi salam pada saudara kandungnya. Safar yang sedang memasukkan ubi jalar ke dalam keranjang anyaman mendongak ke arah Marsudi, sementara itu Ajat yang sedang membantu ayahnya memasukkan ubi talas ke dalam keranjang juga mendongak menatap sang paman. "Emang Sudi," sapa Ajat dengan suara senang. "Akang!" Safar begitu senangnya setelah melihat kemunculan sang kakak kandung di depan wajahnya. "Mari! kemari! ada hal penting seperti ini kenapa tidak kamu kasih tahu pada kakakmu?!" hardik Marsudi. Meskipun nada bicara Marsudi agak kasar, namun Safar tetap memaklumi sang kakak. Safar mendekat ke arah sang kakak dan melepaskan ubi jalar. "Kamu ini! keponakanku mau menikah, mau dilamar,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN