Bab 49

1600 Kata

Pada saat Safar dan Marsudi kembali dari kebun ke rumah Safar, hanya Safar yang memikul dua bakul anyaman yang masing-masing bakul berisi ubi jalar dan ubi talas, peluh menghiasi wajah pria yang tahun ini akan berusia setengah abad itu. Sementara itu, Ajat terlihat sedang memegang beberapa daun bawang, sayur, dan wortel. Dahlia dan Marsudi hanya berjalan melenggang menaikkan wajah mereka seakan derajat mereka yang lebih tinggi daripada siapapun di desa itu. Marsudi tanpa akhlaknya, dia sama sekali tak membantu atau bahkan memegang bawaan sang adik. "Aa, sudah datang?" Asih bertanya pada Safar. Safar mengangguk. "Ini ubi yang Akang gali, Neng. Bagaimana? cukup atau tidak untuk dimakan sore nanti?" balas Safar. Asih mengangguk. "Insha Allah cukup, A." "Tolong menyapu bersih halaman ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN