Bab 37

1534 Kata

Marsudi tersenyum senang, dia bahkan tertawa. "Hahahaha!" Tawa Marsudi sungguh terdengar tak tahu malu. Pria paruh baya ini sangat senang ketika permintaannya diwujudkan oleh Akbar dalam sekejap mata. Akbar benar-benar orang yang berkuasa dan ber-uang. Dia harus membuat sang keponakan perempuannya untuk tetap berhubungan baik dengan pria kaya yang duduk berhadapan dengannya itu. Sementara itu, Akbar hanya duduk diam. Dia menganggap Marsudi itu seperti tak ada. Baginya, tidak penting apakah Marsudi ingin bekerja di salah satu anak perusahaan miliknya ataukah tidak, itu sama sekali tidak mengganggunya selama hubungannya dan Cempaka baik-baik saja. Akbar berpikir, mungkin dengan memberi Marsudi sebuah pekerjaan di salah satu anak perusahaan miliknya, membuat Marsudi tidak lagi meminta uan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN