PEDULI

857 Kata

Satu minggu berlalu sejak pencabutan laporan di kantor polisi tersebut. Tapi aku masih saja melewati jalanan besar sendirian. Aku menatap langit yang luas dan cerah. Matahari selalu mendampingi langit pada siang hari, walaupun langit tengah mendung. Tapi Anjar tidak begitu, aku tau... karena dia hanya manusia biasa. Sepanjang perjalanan menuju sekolah, aku selalu membayangkan bagaimana Anjar sangat pandai menggodaku. Dia selalu mampu memancing tawa dan menghapus lukaku. "Anjar ... tapi sekarang semuanya sudah berbeda ya?" tanyaku dengan suara yang samar. Sebab, kami sudah tidak lagi saling menyapa. Seperti dua orang yang tidak pernah saling mengenal apalagi mengasihi. Anjar tetap di jalannya dan aku tetap di jalanku. Sakit, sedih, dua kata yang tepat untuk menggambarkan hatiku yang se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN