Aku tiba di rumah tepat pukul 19.30 WIB. Dengan langkah yang mulai terasa berat, aku membuka pintu dan masuk untuk beristirahat. Gruuk, gruuuk. Perutku berbunyi, tapi sekali lagi aku mengabaikannya. Bukan malas untuk masak, tapi di rumah memang sudah tidak ada lagi makanan jenis apapun. Dengan meneguk segelas air dari kran wastafel, aku beranjak ke kamar dan membersihkan diri agar dapat segera tidur. Hari yang sangat melelahkan, dengan cepat mataku tertutup dan aku tidak tahu apa-apa lagi. ***** Pagi menjelang bersama matahari yang cerah. Aku pun terbangun dengan perut yang semakin terasa kosong. Hari ini, rasanya aku takut sekali untuk berangkat ke sekolah. Aku belum memiliki uang untuk membayar biaya tunggakan sekolah. Jadi, aku putuskan untuk berdiam diri di rumah saja. Sekitar

