Pagi ini, di sekolah. Suara seru tersedengar dari beberapa bibir yang pura-pura dikunci dalam bisik. Ternyata mereka tengah asik menonton video syur yang mempertontonkan tubuh molekku dengan laki-laki hidung belang yang memberikan Farhan harga mahal untuk menikmati keperawananku. Aku terus berjalan ke arah kelas dan pura-pura tidak perduli. Namun disepanjang langkah, mata siswa-siswi lain terus tertuju ke arahku. Aku menyadari hal tersebut, lalu berkaca pada cermin hitam pembatas kelas. Aku menilai diri, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. 'Apa yang salah denganku?' Tanyaku di dalam hatinya karena tidak memiliki teman untuk bertanya. "Hei, p*****r. Ngapain kamu masih sekolah di sini?" tanya Citra sembari mendorong dadda kananku, hingga hampir terjatuh karena tubuh ini memang

