AMARAH

865 Kata

Aku kembali ke kamar di dampingi perawat dan Anjar. Sebenarnya aku masih ingin tetap di sini, tapi dokter jaga menyarankan aku untuk istirahat yang banyak agar cepat pulih. Menurutku, apapun bentuk saran yang mengarah kepada kebaikan harus dituruti. "Bu, aku kembali ke kamar dulu ya, besok aku ke sini lagi, pagi-pagi sekali." Sambil mengusap air mata, aku berpikir bagaimana hidupku ke depannya? Sementara ibu butuh biaya banyak dan aku belum tamat SMA. Jika harus bekerja diman? Bagaimana caranya? Aku sangat bingung. Setibanya di kamar perawatan, aku langsung pindah ke ranjang. Anjar berusaha menguatkan aku dengan berbagai ucapannya yang aku sama sekali tidak mengerti. Kadang Anjar melucon dan mengajakku tertawa, kadang dia juga menceritakan kehidupan orang lain yang lebih buruk, dan terk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN