part 38

584 Kata

Harga Sebuah Cahaya Cahaya keemasan yang menyebar dari kitab Reyna makin lama makin kuat, seperti ombak yang menghantam dinding bayangan. Makhluk-makhluk hitam itu terhenti, retak, lalu hancur jadi abu sebelum sempat menyentuh lingkaran perlindungan. Namun bersamaan dengan itu, tubuh Reyna mulai bergetar. Tangannya yang menggenggam kitab terasa panas, seolah ia sedang menggenggam bara api hidup. Napasnya tersengal, keringat bercampur air mata di wajahnya. “Reyna!” David menoleh cepat, matanya membelalak saat melihat darah merembes dari sudut bibirnya. Aditya, yang masih sibuk menebas bayangan tersisa, berteriak, “Apa yang kau lakukan? Hentikan sebelum tubuhmu hancur!” Tapi Reyna menggeleng, meski tubuhnya sudah lemah. “Tidak… kalau aku hentikan sekarang, mereka akan masuk. Kalian bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN