part 13

463 Kata

Hening menyelimuti ruang apartemen Aditya Reyna duduk di sofa, masih terengah setelah pelarian gila dari gudang tua. Tangannya memegang liontin emas yang baru saja berhasil mereka rebut. Aditya duduk di depannya, matanya fokus pada benda itu. “Kalau benar ini yang mereka incar, berarti di dalamnya ada sesuatu yang sangat berharga,” katanya pelan. Dengan hati-hati, Reyna mencoba membuka liontin itu. Tapi ternyata tidak ada engsel atau penutup biasa — hanya ukiran halus berbentuk bunga teratai di kedua sisinya. “Ini… bukan liontin biasa,” gumam Reyna..“Seperti ada mekanismenya.” Aditya mengambilnya, menekan sedikit bagian tengah ukiran, dan klik — liontin itu terbuka, menampakkan gulungan kertas mikro yang digulung rapi. Reyna memegangnya dengan hati-hati. Begitu dibuka, di atas kert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN