BAB 12 | GADIS ITU

1400 Kata
Tidaklah sulit untuk menyingkirkan mayat Suez yang sudah terbujur kaku beberapa saat setelah insiden pembunuhan berencana itu. Tubuh Clar cukup besar mampu menyeret mayat Suez dari laboratorium menuju ke bagian belakang rumah untuk dikubur di sana, sekalipun banyak darah yang ikut meninggalkan jejak di lantai, Clar yakin bisa membersihkan jejak kejahatannya tersebut. Yah, tidak ada saksi di sana, tidak ada cctv yang mengawasi dan merekam aksinya, ia pun tidak mungkin bisa dijebloskan ke penjara sekali pun ada orang yang datang ke sana. Tumpukan tanah itu tidak ada artinya, ia pun yakin lama kelamaan tanah akan kembali rata seperti semula dibantu dengan air hujan.  Rencana yang dia susun pertama berhasil, kini saatnya ia menjalankan rencana selanjutnya yang lebih matang dan juga lebih besar. Sebelumnya, usai membersihkan sisa darah yang menempel di lantai dan membakar bajunya yang terkena darah, Clar melihat-lihat ruangan milik Suez yang begitu besar dari keseluruhan ruangan di rumah tersebut. Decak kagum yang tak henti-hentinya ia ucapkan, tidak salah kalau memang Suez diakui Clar sebagai orang dengan status besar di rumah ini. Dan bahkan ia menemukan ruang rahasia lain milik Suez yang berisikan penelitian rahasia lain seperti penelitian terhadap asteroid, penemuan alat untuk jantung buatan dengan kecanggihan sepuluh kali lipatnya, dan penemuan lainnya yang ukurannya lebih kecil daripada UT-XX yang dikembangan Suez selama bertahun-tahun lamanya. Oke, kini saatnya Clar menguasai segalanya, menguasai yang semula bukan hak yang ia pegang namun ia rampas dengan paksa. Apakah ini sudah cukup? Jawabannya tentu saja tidak. Bukan hanya penemuan UT-XX yang ia kuasai, namun rumah asli milik Suez jatuh ke tangannya. Semuanya, pada penemuan-penemuan tersebut akan dialihkan menjadi hak ciptanya secara penuh bila ditujukan kepada dunia.  Tatapan yang tak dapat ia alihkan adalah pada UT-XX. Di dalam sana terlihat dengan jelas janin milik Suez dan Mega yang tumbuh, ia menjadi tahu bagaimana bentuk sebenarnya seorang janin apabila di dalam rahim seorang wanita. Karena selama ini proses kehamilan dilakukan di dalam tubuh manusia sendiri, bahkan menggunakan USG tidak bisa memperlihatkan secara jelas dan utuh tanpa metode hitam putih. “Luar biasa, ini lah yang menjadi sebuah kunci penyelamat. Bayi ini.. harus gue besarkan, gue akan membawanya ke pusat penelitian setelah dia dewasa. Gue berganti pilihan, kalau membawanya saat masih kecil dia akan ketakutan dan sulit dikendalikan. Dengan membawanya saat berusia cukup, dia udah gue kuasai secara penuh dan pada akhirnya penyerahannya pada ilmuan kota akan ditukarkan dengan segelipah uang dan hak cipta atas nama gue. Clar, lo emang pinter,” Tawanya begitu besar dan kencang. Ia tak tahu mengapa sangat menyenangkan bila merebut sesuatu atas permintaan kita sendiri. Seperti itulah yang dirasakan oleh Clar saat ini. Clar mengambil buku catatan milik Suez dari kamar pemiliknya, buku catatan yang akan mengarahkan Clar bagaimana merawat bayi ini dan buku lain yang memaparkan bagaimana pengembangan dari hasil eksperimennya bisa diprogresskan lebih jauh. Clar takut bila nantinya ia salah melakukan langkah akan berakibat fatal pada dirinya dan masa depannya nanti. Semalaman lelaki itu membaca keseluruhan buku, ia memahami kata per kata supaya tidak ada bagian yang terlewatkan. Sampai esok harinya ketika ia menggantikan saluran untuk menyalurkan nutrisi pada janin, dirinya melihat nama Suez masih tertempel pada UT-XX dan seketika dirinya langsung menggantikan nama tersebut dengan namanya kemudian tertawa puas atas apa yang ia lakukan. Mulai malam itu, ia benar-benar haus akan segala penemuan Suez yang ingin ia kuasai secara penuh. “Dunia, tunggu gue dan gue bakal ada dalam daftar pencarian nomor satu dalam majalah dan seluruh portal berita ternama di dunia.” Sepuluh tahun kemudian berlalu begitu cepat saat Clar mendeklarasikan kalimatnya tersebut di dalam laboratorium tersebut. Kini, ia duduk di depan sebuah mesin kopi otomatis sambil membaca sebuah majalah yang dia dapatkan dengan mencetak sendiri dari situs internet untuk mengetahui perkembangan di pusat kota akhir-akhir ini. Ternyata banyak sekali kericuhan yang terjadi, seperti demo besar rakyat karena beberapa daerah memiliki pajak yang begitu tinggi, ada yang menunut kapan peneliti akan menciptakan perubahan dunia, perang antar daerah di wilayah utara yang dekat dengan antartika serta beberapa problem yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat saat itu juga. Clar hanya menghela napas pendek, ia tidak mau memusingkan lebih terkait masalah pemerintah, ia hanya ingin tahu sejauh mana peneliti di laboratorium pusat kota dalam mengembangkan penelitian rahasia mereka yang sampai saat ini belum terkuak sedikit pun. Meja besar di depannya tak hanya berisikan ia seorang, ada kehadiran orang⸺ seseorang yang ia berhasil membesarkannya sampai sejauh ini. Wajah di samping seberangnya itu terlalu mirip pada mendiang sang pemilik asli, namun Clar tidak mempermasalahkan hal tersebut karena tak ada rasa bersalah yang muncul di benaknya sampai detik ini atas pembunuhan kala itu. Ia malah dengan santai menyesap kopinya dengan aroma wafel yang ia buat pagi itu dan memikirkan pembuatan ulang UT-XX milik Suez. “Papa, siang nanti kita belajar matematika lagi, yuk?” Gadis kecil pemilik netra biru permata dan coklat indah tersebut bertanya sambil memperlihatkan wajah puppy yang menggemaskan untuk membujuk Clar. Namanya Gaelen Vanetta Lim, biasa dipanggil Len oleh Clar. Usianya baru 10 tahun, ia memiliki kecerdasan yang luar biasa, pesona yang akan mampu menghipnotis semua orang dan suara lembut ketika berbicara. Perpaduan yang lengkap dan sempurna antara Suez Lim dan Megana Valzoaez. Clar bersyukur meskipun Len adalah anak yang dibesarkan di luar rahim asli seorang wanita, ia tak terlihat bodoh sama sekali dan justru kejeniusannya bisa dimanfaatkan oleh Clar untuk membantu mengembangkan eksperimennya. Kesempatan emas tak mungkian ia sia-siakan. “Nanti ya, sayang. Papa hari ini bakal sibuk di laboratorium, Len main saja dulu di luar. Malam hari saat papa tidak sibuk, kita akan belajar matematika lagi. Kemarin kita kan sudah mempelajari matriks dan polinomial,” kata Clar yang memberikan alasan jujur. Bibir Len memanyun. “Yah.. Papa kok gitu, kan kemarin juga bilangnya seperti itu ke Len. Apa Papa bosan kita belajar matematika? Dan Papa terus melarang aku untuk tidak masuk ke laboratorium Papa,” Len kesal dan ngambek. Melihat Len yang kesal begitu membuat Clar terkekeh, ia mendekati Len dan memeluknya dari belakang sambil mengatakan sesuatu di dekat telinga gadis kecil itu. “Dengarkan papa, ya. Papa kan sedang mengembangkan sesuatu, Len itu masih kecil dan tidak boleh sembarangan masuk ke laboratorium itu. Berbahaya bagi anak kecil, ada bahan kimia yang bisa melukai anak papa yang cantik ini. Makanya papa selalu melarang Len untuk masuk ke sana. Nah, Len kan kalau biasanya papa tidak bisa main atau mengajarkan sesuatu, Len bisa ke makam mama. Ingat, kan? Ini hari Minggu, waktunya memberikan bunga dan membersihkan rerumputan di sana. Paham kan dengan penjelasan papa, Len?” Gadis itu akhirnya hanya mengangguk-angguk paham, ia mengerti apa yang dikatakan Clar selalu benar dan benar. Ia tidak bisa menolak untuk kali ini mengalah tidak belajar lagi jika Clar masih sibuk di ruangannya. Beruntungnya Clar selalu mengatakan pada Len dengan arah logika, jadi gadis itu selalu menurutinya. “Kalau sampai dia masuk ke laboratorium, akan mengancam reputasiku. Dia hanya bisa masuk atas izin dan waktu yang aku perbolehkan nanti. Tidak sekarang, dia masih ceroboh.” Tekadnya yang bulat dengan tatapan mendalam ke arah Len yang sedang berjalan ke arah pintu rumah. Clar menyeka keringat yang menetes di keningnya, ia kembali.memasuki laboratorium dan menguncinya rapat-rapat dari dalam. Duduk di sebuah kursi sofa yang begitu nyaman, dirinya memperhatikan sebuah benda dibalik box besar dengan lapisan aluminium yang menutupi isi di dalamnya. Iya, UT-XX ada di sana. Dijaga dengan sangat baik oleh Clar. Menyisakan waktu yang harua ia bawa sesegera mungkin untuk dipresentasikan kepada para ilmuan di pusat kota. Tinggal menunggu model figuran yang akan ia bawa dalam perkenalan nantinya bisa menjadi gambaran umum karena pastinya tidak akan mudah dan tidak akan langsung dipercaya serta diterima oleh mereka-mereka yang diambang kefrustasian karena tidak menemukan apa yang mereka harapkan. Dalam bayangan di kepalanya, Clar ingin semua orang memujinya. Memberikan dia kertas berisikan kontrak dan mendapatkan kekayaan yang besar. Bila memungkinkan lagi, Len bisa ia manfaatkan lebih sebagai mesin uang baginya karena satu mangsa dan umpan kelinci percobaan akan diberi bayaran yang sangat sangat mahal. Makanya, ia bilang sebelumnya kalau Len akan diizinkan untuk masuk ke dalam laboratorium apabila penelitiannya telah di terima dari pusat. Maka, ia akan menjelaskan bagaimana Len bisa hadir dan tercipta dengan sempurna di atas krisis dunia.  "Tunggu saja, aku yakin kalau segalanya di sini tidak akan menjadi sia-sia jika sesuai dengan rencanaku. Len, tetaplah menjadi bonekaku yang akan mempercayai semua kata-kataku sebenarnya adalah benar." Dua tangan menyatu di atas meja dan menutupi bibirnya yang tersenyum miring, Clar benar-benar seorang jenius yang begitu licik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN