Daren memarkirkan mobilnya. Ia memijat pelipisnya yang sedikit sakit. Daren hendak menekan bel namun ia urungkan saat melihat pintu rumah sedikit terbuka. Ia membukanya perlahan, lalu menaruh sepatunya di rak lalu berjalan menuju ruang tamu. Lampu masih menyala, padahal sudah hampir jam setengah sebelas. Ia melihat Bi Ratih yang tengah sibuk merapikan beberapa balon. Daren mengerutkan dahinya. "Bi Ratih?" Yang dipanggil langsung menoleh. "Eh, Mas Daren udah pulang? Yah, padahal Bibi baru masukin makanannya ke dalam kulkas. Balonnya juga udah Bibi pecahin beberapa," kata Bi Ratih sambil memunjuk beberapa balon yang tersisa di dekat meja makan. "Balon? Makanan?" "Iya, Mas. Tadi Non Sily masak dan udah bikin kejutan buat Mas Daren karena hari ini Mas Daren ulang tahun, tapi, Mas Daren pul

