Samesta sedang dalam perjalanan pulang dari menjemput Sansan. Ia melirik jam di pergelangan tangan dan mempunyai ide baru. Sudah lama rasanya Samesta tidak menjemput si sulung. Kapan ya terakhir kali menjemput? Hm ..., bulan lalu seingat Samesta. Habisnya Saluna lebih senang pulang-pergi bersama Langit. Saluna sering menolak tawaran Samesta mengantar sekolah. Katanya ia bukan anak TK yang suka diantar-antar orang tua. Anak gadis Samesta terlalu cepat menganggap dirinya sudah besar. Bagi Samesta she's always kid. Selalu menjadi kesayangan Samesta yang mengajarkan apa arti cinta sesungguhnya. Mungkin kalau bukan karena kelahiran putrinya, sampai sekarang Samesta akan menjadi pribadi egois. Maka tak ambil pusing Samesta memutar kemudi menuju sekolah Saluna. Beberapa kilo meter dari kinder

