Dari balik jendela kamar, Saluna memperhatikan Langit mengeluarkan sepeda motor dari garasi. Saluna pikir sambil memanaskan mesin kendaraan, Langit akan ke rumahnya untuk mendapatkan sarapan. Saluna telah bersiap, nanti akan bersikap bagaimana. Setelah kemarin sore Langit tiba-tiba datang mencengkeram pergelangan tangan Saluna di depan banyak orang dan membentak ..., Saluna memaafkan Langit. Saluna mengerti, Langit pasti kesepian gara-gara sahabatnya menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang lain daripada dengan dirinya. Namun beberapa lama menunggu, Langit tak kunjung beranjak dari halaman rumahnya. Ia hanya memeriksa keadaan motor dan pergi begitu saja. Langit tak datang ke rumah Saluna pagi ini. Napas Saluna tertahan beberapa sana. Ini baru dan aneh. Apa Langit semarah itu hingga m

