Happy Reading guys~
_________________________________________________________
Seperti bermimpi di siang bolong, pagi ini mbak Ayu-manager ku mengatakan bahwa satu minggu ini para model diliburkan dari kegiatan dikantor. Entah dalam rangka apa yang pasti aku sangat senang mendengarnya.
Setelah mendapat kabar itu, aku sudah memesan tiket pesawat secara online. Hari ini sampai beberapa hari kedepan, aku akan membawa bunda traveling ke luar negeri. Hitung-hitung menghabiskan masa per’lajangan sebelum dinikahi oleh Angga.
Pesawat akan berangkat jam 11 siang ke singapore. Destinasi dihari pertama yaitu negera yang sering dijuluki sebagai negeri singa. Mungkin aku dan mama akan menginap selama dua hari disana.
“ Nak.. Baju rajut bunda yang warna putih itu kemana ya? Ada ga di dalem lemari kamu?.” tanya Bunda membuka pintu kamar memecah lamunan ku.
“ Coba bunda liat. Setau Fae, gada sih.” jawabku sambil memasukan baju-baju kedalam koper.
Terlihat bunda berjalan ke lemari. Wanita paruh baya itu membuka pintu lemari kayu bewarna putih lalu menelisik setiap incinya.
“ Ada bun?”
Bunda berjalan kearahku lalu duduk diatas ranjang.
“ Gada. Kemana ya baju bunda. Padahal itu baju hadiah dari ayah.”
“ Coba bunda cari di gudang. Kan kemarin bunda mengemas baju-baju yang tidak terpakai untuk diletakkan di gudang.” saranku padanya.
“ Udah bunda cari loh. Tapi ga ketemu, makanya bunda kesini.”
“ Fae gatau bun. Orang Fae ga pernah pake baju bunda.” ujarku.
Memang tipe ku yang tidak suka memakai baju bunda karena style-nya terlalu kentara untuk ibu-ibu. Lagian baju dilemari ku juga sangat banyak.
“ Atau bajunya ketinggalan di laundry? Kemarin bunda nganter baju-baju formal.” celutuk bunda. “ Bunda ke sana dulu lah.” lanjutnya.
“ Jangan lama-lama bun. Pesawat kita berangkat jam 11.” ingatku pada bunda agar wanita itu tidak terlalu lama disana.
“ Iya aman aja. Yaudah bunda pergi dulu , nanti Fae bungkusin skincare bunda masuki kedalam koper ya. Tadi udah bunda susun di lantai kamar bunda.” titah bunda sebelum ia berjalan keluar kamar.
Sementara bunda keluar untuk mencari bajunya yang hilang, aku mencoba untuk menghubungi Angga. Tadi hanya sempat untuk mengirimnya pesan teks.
Panggilan berdering menandakan ponsel Angga masih tersambung ke internet. Mungkin pria itu masih belum terlalu sibuk sehingga ponselnya masih di aktifkan.
“ Halo assalammualaikum sayang.”
“ Waalaikumsalam. Aku ganggu kamu ga?” tanyaku padanya.
“ Engga kok. Kebetulan baru bersiap-siap untuk survey ke lapangan. Kamu jadi pergi ke singapore?”
“ Iya. Tadi udah pesen tiket jam 11. Sekarang lagi nunggu bunda, dia lagi pergi.”
“ Pergi kemana?”
“ Laundry. Kemarin dia laundry baju formal mungkin baju nya keselip disana.”
“Ooh gitu. Yang, aku tau duit kamu banyak bahkan lebih banyak dari pada aku. Tapi aku hanya bisa kasi belanja kamu untuk pergi kesana. Walaupun tidak seberapa.”
“ YaAmpun sayang kamu ga perlu repot-repot. Biarin aja untuk tabungan kamu. Emang kamu transfer berapa??” Tanyaku kaget.
“ 100 juta. Pake aja sayang, sekalian nyenengin bunda.”
“ Yaudah deh. Makasih ya sayang. Kalau kamu punya waktu nanti susul aku ya. “
“ oke my love”
“Yaudah aku lanjut packing, kamu yang semangat kerjanya. “
“Makasih sayang. I love you.”
“ i love you too”
Tut……
___________________________________________________________
“ Para penumpang pesawat yang terhormat, selamat datang di Penerbangan 987B dengan destinasi dari Indonesia ke Singapore. Saat ini kami berada di urutan ketiga untuk lepas landas dan diperkirakan akan mengudara dalam waktu sekitar satu jam empatpuluh menit. Kami meminta Anda untuk mengencangkan sabuk pengaman dan mengamankan semua bagasi di bawah kursi Anda atau di kompartemen atas. Kami juga meminta agar tempat duduk dan nampan meja Anda dalam posisi tegak untuk lepas landas.
Harap matikan semua perangkat elektronik pribadi, termasuk laptop dan ponsel. Merokok dilarang selama penerbangan.
Terima kasih telah memilih maskapai penerbangan Nusantara Airlines. Nikmati penerbangan Anda”
Ucap pramugari saat pesawat lepas landas. Penerbangan kali ini begitu penuh. Tapi kebanyakan orang-orang cina lah yang berada didalamnya.
Aku dan mama duduk bersebelahan, dengan posisi ku yang berada di pinggir jendela. Entah mengapa rasanya sangat senang melihat pemandanga di bawah sana.
Birunya laut serta awan-awan yang bergerak cepat membuat mata ingin terpejam. Sayangnya aku tidak ingin tertidur selama penerbangan. Tidak ingin melewatkan keindahan lautan awan yang terbentang selama perjalanan menuju tujuan.
“ Bun, coba lihat awannya seperti orang yang sedang memegang ayam. “ ucapku pada bunda.
Tapi bunda tidak kunjung menyaut perkataan ku. Aku menoleh dan mendapati bunda yang sedang tertidur dengan earphone pink yang berada ditelinganya.
“ Baru beberapa menit terbang, udah tidur aja, “ celutukku pelan.
Selama di perjalanan, mataku terus fokus melihat jendela sampai pesawat mendarat dan pramugari meyambut kedatangan kami di singapore.
“Selamat datang di bandara Changi Singapura,Mohon periksa sekitar kursi anda untuk mencari barang pribadi yang Anda bawa dalam penerbangan. Terimakasih.”
“ Bun, bun, Bunda. Bangun kita udah sampai loh bun.” ujarku seraya meng’guncangkan bahu bunda pelan.
Beberapa detik kemudian bunda mengerjapkan matanya lalu menoleh ke sekitar.
“ Udah sampai?” tanya bunda dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“ Udah. Ayo keluar.” ajakku.
“ kok cepat kali ya. Perasaan bunda baru aja tertidur.” celutuk bunda seraya mengemas tas disampingnya. Lalu kami berdiri dan berjalan keluar pesawat.
“ bunda aja yang kelamaan tidur. Jadi merasa cepat, padahal menikmati perjalanan itu sangat bagus untuk kesehatan mental loh bun.”
“ Kata siapa??” tanya bunda remeh.
“ ya kata Fae lah. Orang yang tidur selama diperjalan, pasti ga akan tau berapa jam perjalanan dari Jakarta ke singapura.”
“ Namanya juga tidur. Udah ah, habis ambil koper kita makan dulu ya.” Tawar bunda.
“ Mending kata Fae, kita cari hotel dulu bun sekitar kota setelahnya baru deh kulineran.”
“ Keburu mag bunda. Bunda mau makan sekarang aja, nanti kan bisa makan lagi.”
Aku menggeleng mendengarnya. Memang selera bunda tidak bisa diragukan. Entah berapa banyak penyimpanan dilambungnya.
“ Bunda bisa gendut loh bun.” sindirku pada bunda malah membuat bunda tidak acuh.
“ Bunda ga masalah gendut yang penting hati senang. Ketimbang kamu jadi model harus menjaga pola makan.”
Aku mengerucutkan bibir saat mendengar penuturan bunda. Berniat menyindirnya , malah aku yang tersindir.