77. Bujana Disandera

1091 Kata

Memirah mengamati tingkah kakaknya yang tidak seperti biasanya. Biasanya setiap pagi, dia selalu membuka jendela kamarnya dan menanti matahari terbit. Kali ini dia hanya membolak balik badan di tempat tidur, tak kunjung duduk apalagi membersihkan diri. Padahal, ayah mereka, Parharez sudah berpamitan padanya sejak sebelum matahari terbit. Pengawal istana menjemputnya, karena Raja ingin bertemu. Sungguh aneh Raja ingin bertemu ayahnya di waktu semua orang masih terlelap, masih dini hari. Memirah yakin, akan ada sesuatu yang buruk terjadi. Dan dia kesal karena Ur Kanaa tidak melakukan apapun selain berguling-guling di atas tempat tidurnya. “Ur Kanaa, kenapa kau menjadi gila seperti ini?” keluh Memirah, menatap kakaknya yang tersenyum-senyum sembari memejam mata. Menangkup kepala dengan bant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN