Argis menghembus napas pendek, kecewa. Akhirnya, semua orang di rumah ini pun disandera. Ur Kanaa adalah orang terakhir yang diseret keluar dari rumah, setelah semua pelayan dijajarkan di depan rumah. Semuanya, dipaksa duduk bersimpuh dengan tangan dan kaki diikat di belakang. Sedangkan para pengawal, mendapat perlakuan lebih menyedihkan. Tangan dan kaki diikat, duduk bersimpuh dan pipi harus ditempelkan di tanah. Tidak ada yang bisa mereka lakukan dalam kondisi demikian. Matahari mulai meninggi, dan Argiz yakin, majikannya bisa jadi sudah digantung di istana. Rumor mengatakan, semalam dia dijemput untuk maju ke persidangan negara. Persidangan yang tidak biasanya dilakukan di dini hari. Mungkin untuk menghindari desas-desus pemberontakan para bangsawan. Antara yang berseteru dengan Parh

