18. Rencana Pulang

1127 Kata

Karran mengarahkan sorot senternya ke arah sudut paling gelap di gudang itu. Dan langkah itu terhenti ketika cahaya senter mengenai kaki sosok yang dicarinya. Sepasang sepatu kets dengan sekelilingnya berlumpur. Dia pasti melalui jalan yang sama dengan Karran sebelumnya, jalan becek sebelum memasuki gudang ini. Saat Karran hendak mengarahkan senter ke bagian atas sosok itu, tiba-tiba cahaya lampu yang lebih kuat menyorot matanya. Membuatnya silau dan berusaha menghalangi cahaya mengenai mukanya. “Siapa kau?” tanya Karran. Dia tidak suka dengan perlakuan seperti ini. Yang disorot, adalah yang berada di posisi lebih rendah. Siapapun sosok itu, sudah menunjukkan di awal pertemuan mereka, bahwa dia yang berkuasa. Dan Karran tidak suka hal itu terjadi padanya. “Tidak penting siapa aku. Yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN