“Nyonya?” Marinka tergeragap dan langsung terduduk. Sejenak dia tidak mengenali ruangan tempat dia berada, namun perawat di sebelahnya memegang tangannya dan meminta maaf. Rupanya dia yang membangunkan Marinka. “Maaf, saya mengejutkan Nyonya?” Dengan cepat Marinka menyadari bahwa dia berada di kamar rumah sakit, dengan Bujana di tempat tidur sebelahnya, berjarak dua meter darinya. Dia pun mengusap muka dengan telapak tangan, lalu memutar badan hingga kakinya tergantung. “Sepertinya Nyonya bermimpi buruk, makanya saya bangunkan. Maaf kalau mengagetkan,” ucap perawat itu. “Saya teruskan memandikan Tuan Bujana?” Marinka mengangguk mengijinkan. Beberapa menit dia masih berusaha mengingat apa mimpinya, tapi dia tak mampu merangkainya. Sepertinya, yang barusan dialaminya bukan mimpi. Tapi b

