Chapter 2 : Kidnapping (END)

572 Kata
CHIIING! Raja melempar gelas berisi wine, marah dengan berita yang di bawakan Kain si Silver Knight (Ksatria Silver) "Kaaaain, Kau bodoh! Bagaimana mungkin kau bisa kehilangannya di dalam kastilku? Di bawah pengawasanmu?" Nada Raja lantang terbawa emosi. "Yang mulia, ini semua adalah kesalahanku..." Kain bersimpuh hormat, kepalanya sedari tadi hanya menunduk sadar akan kesalahan terbesarnya. "Temukan dia, temukan! Dan sebelum kau menemukan tuan putri jangan pernah kau menemuiku, jangan pernah kau kembali lagi ke kerajaan ini!" Raja masih kalap. "Baik, Yang Mulia.." Kain berdiri, memberi hormat dan meninggalkan ruangan Raja. Berjalan menyusuri lorong kastil. Tiba di lapangan tempat para ksatria berlatih, dari belakangnya nampak salah satu ksatria membawa seekor kuda untuk Kain pergi mencari tuan putri, "Kain" Sapa ksatria itu. "Apakah kita memiliki sebuah petunjuk?" Tanya Kain. "Kita memilikinya. Ada sebuah rumor yang mengatakan kalau ada orang aneh muncul di sekitar pandai besi Gray." Ksatria antusias menjelaskan. "Jadi, mari kita kesana. Kita mulai investigasi pertama kita disana." Kain tersenyum, berjalan bersama ksatria itu menuju pandai besi Gray. "Aye, Silver Knight." Sahut ksatria. ******** Hari mulai gelap, matahari memberi suasana sunset dengan indahnya, burung-burung berterbangan kembali ke sarang mereka. Angin semakin deras menerpa, membuat suasana sore menjadi dingin. Mungkin karena sudah memasuki musim dingin, bahkan salju pun terlihat sedikit turun. Sebertinya, awal untuk musim dingin telah tiba. Terlihat dari kejauhan 2 orang yang menunggangi kuda berjalan bersisihan, "Ambil jubahku. Aku tidak ingin perjalanan ini diperlambat karena kau kedinginan." Kata Pria misterius. "Aku terlahir dari Es. Kedinginan tidak berarti apa-apa bagiku." Jawab tuan putri. "Jadi, cerita itu memang benar." Timpal pria misterius. "Aku tidak tau rumor yang mana yang kau dengar, tapi ya, aku adalah orang aneh." Tuan putri tertunduk. "....Beberapa orang khawatir akan kelaparan dan penyakit, akan keluarganya dan masa depannya, akan kekayaan dan jabatan, dan lebih buruk lagi: beberapa orang khawatir tentang rumor-rumor." Pria misterius menjelaskan dengan nada khasnya. "Ketakukan akibat rumor bukanlah sesuatu yang bisa kau mengerti, seperti ketakutan akan kelaparan yang tak akan seorangpun yang berada di posisiku bisa mengerti itu." Balas tuan putri. "Lalu, katakan kepadaku. Kenapa kau membawaku bersamamu? Apa kau ingin menyelamatkan rakyat kerajaan Haiqin?" Tuan putri lanjut bertanya, "Hahah, aku tidak berkeinginan untuk menyelamatkan apapun. Singkatnya aku adalah seorang penjahat yang menculik seorang putri demi kepentingan pribadi. Ostin menginginkanmu, sementara aku menginginkan sesuatu yang ada di genggaman Ostin." Tawa kecil pria misterius membuat tuan putri mundur berkuda tepat di belakang pria misterius. "Kau ingin mengacaukan Ostin the Bloody Angel? Siapa sebenarnya kau ini!" Tuan putri kembali bertanya. Suasana hening sejenak, mereka melewati sebuah danau, tidak begitu besar juga tidak begitu kecil. Dengan sunset begini, membuat danau terlihat sangat indah. Nampak satu burung flamingo sedang mencari ikan di pinggir danau. Tuan putri yang fokus ke danau dan perjalanan lantas menoleh ke punggung pria misterius, "....Orang-orang hanya memanggilku GhostBlade..." Neeeeight! Suara kuda terkejut karena tuan putri memberhentikan kudanya secara tiba-tiba, "GhostBlade!?" nada tuan putri tercekat. "Kau adalah GhostBlade?..... Salah satu dari the Six?" Tuan putri terkejut. ("The Six" adalah sebuah legenda enam pejuang di Neraland. Mereka adalah : Bloody Angel (Ostin), White Judge (Katalies), Black Judge, Heaven Sword (Nan Feng), GhostBlade, Asura (Zeo)) "The Six... tsk, nama grup yang menjijikkan." Balas GhostBlade. Dan mereka melanjutkan perjalanannya, dari kejauhan rupanya ada yang mendengar pembicaraan mereka dibalik pohon seorang pria bersandar membawa sebuah pedang di punggungnya serta di dahinya ada sebuah tanda merah. "Ini semakin... Menarik..." Kata pria itu. Chapter 2 : Kidnapping (END) Next... Chapter 3 : The Necklace.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN