Di samping keramaian para pendemo yang menerobos masuk ke dalam kerajaan. Tiga orang penjaga, lengkap dengan senjatanya masing-masing sedang berjalan keluar kastil sambil berbincang-bincang.
"Slan, apa kau yakin kita menuju ke arah yang benar ?" Seorang penjaga memakai pakaian berwarna kuning bertanya kepada ketuanya.
Mereka bertiga, satu diantaranya adalah Ketua penjaga di kerajaan Haiqin. Mereka ditugaskan raja untuk melindungi tuan putri yang sedang berada dalam persembunyiannya dan membawanya kembali bertemu dengan raja.
"Ya, aku adalah ketua penjaga di sini untuk waktu yang lama. Aku akan membawamu ke putri es melalui jalan pintas, jangan khawatirkan dirimu sendiri."
"Tapi.... Dia mungkin dikelilingi oleh para pengawalnya saat ini! Apakah kau yakin ini adalah hal yang paling bijaksana untuk dicoba hanya dengan tiga orang seperti kita ini?" Nada penjaga yang memakai pakaian kuning terdengar sedikit khawatir.
Tapi, tiba-tiba ada yang datang dari belakang mereka. Seorang perempuan, ia berkata.
"Tidak perlu berkelahi. Aku sendiri"
"Dan aku akan pergi bersama kalian."
Ketiga penjaga kaget dengan suara yang tiba-tiba itu. Lantas menoleh kebelakang.
"Tuan.... Tuan putri!?" Panggil Ketua penjaga dengan nada yang sedikit gugup.
"Dia... Dia si Putri Es? Ya Tuhan... Dia sangat... Sangat cantik sekali." Tambah penjaga berpakaian kuning.
"Bawa aku bersama kalian. Selanjutnya serahkan aku kepada Ostin, dan kita bisa mengakhiri seluruh ini." Kata tuan putri tegas. Mata birunya terlihat sangat indah.
"Yang Mulia, Anda harus mengerti... Kami tidak ingin melakukan ini! Saya bersumpah tidak ingin menyakiti Anda, tetapi kami tidak tahan memikirkan penderitaan keluarga kami jika kami akhirnya terjerumus ke dalam era pertempuran dan perkelahian... Istri kami, anak-anak kami! Kami tidak punya kesempatan untuk melawan para Templar! Tolong, kami tidak ingin melakukan ini, kami sangat ketakutan, mohon maafkan kami..." Kata ketua penjaga dengan tertunduk memohon maaf. Raut wajahnya sedih.
"Aku mengerti." Balas Tuan Putri.
"Aku adalah satu-satunya alasan dibalik seluruh masalah dan kekacauan ini; jadi biarkan aku sendiri yang mengakhirinya." Tambahnya.
"Dia memiliki hati yang sangat baik, Slan. Aku merasa sangat bersalah..." Penjaga berpakaian kuning berkata kepada ketuanya. ikut menundukkan kepala.
"AHAHAHAHA" Seorang pria berbalut pakaian dari perban serba hitam turun dari atas kastil. Tepat mendarat di samping Tuan Putri.
"Bodoh! Tidak ada jalan ataupun pilihan bagi gadis ini untuk pergi menemui Ostin; Dia adalah milikku sekarang!" Pria itu lantas memegang tangan Tuan Putri.
"Sialan, biarkan dia pergi dasar kau makhluk busuk!" Ketua penjaga berteriak, bersiap dengan pedang di tangannya.
"Oh? Untuk momen pidatomu tadi, kata-kata Anda hampir terdengar mulia. Ha! Seolah-olah seluruh massa yang mendengarnya tiba-tiba saja menjadi penegak keadilan." Kata pria misterius dengan nada khasnya.
"Jaga lidahmu! Aku adalah kelas pertama di antara Ksatria selama bertahun-tahun sebelum pensiun; bahkan si Ksatria Perak, Kain sendiri, menghormatiku! Aku memperingatkan kau, Kau sebaiknya bermain dengan baik..." Suara Ketua penjaga terdengar sangat marah. Memasang kuda-kuda siap untuk bertarung. Memegang pedangnya dengan kedua tangan.
"Atau apa? Anda akan menggigit saya? Pergilah, cacing ompong." Balas pria misterius. Nadanya sama sekali tidak ada rasa takut.
"Bersiaplah untuk merasakan pedangku, b******n!" Ketua penjaga bersiap menghunuskan pedang ke arah pria misterius itu.....
(Bersambung.....)