Pagi ini di kediaman Tamara terlihat riweuh dan ramai, penghuni rumah itu sibuk membantu Tamara dan Damar yang akan berangkat ke bandara. Pak Sidiq memasukkan koper mereka satu per satu ke dalam mobil. “Din, pastikan tidak ada yang ketinggalan ya." "Tamara kalau udah selesai suruh sarapan dulu dek,” kata Damar, “Iya kak, nanti aku cek dulu,” balas Dinar. Segera adik Damar itu melakukan pemeriksaan ulang terhadap barang-barang yang akan dibawa. Beres. Dia juga memanggil Tamara untuk sarapan bersama. “Aku kok deg degan gini ya,” ucap Tamara seraya mengaduk makanan yang ada dipiringnya. “Udahlah Ra. Kamu tenang aja, berdoa sama Tuhan, semua akan baik-baik aja kok.” Dinar mensugesti Tamara untuk tetap tenang. Mereka telah menyelesaikan sarapannya bersama. Tamara berpamitan kepada Dinar,

