12. Benci

1126 Kata

Cyra membuka kedua matanya, bangun-bangun ia sudah berada di sebuah ruangan serba putih. Ia lihat di tangan kanannya terpasang infus juga, artinya ia berada di rumah sakit sekarang. Cyra bersyukur, ia tidak jadi mati konyol di ruangan pendingin itu. Meski begitu, Cyra tidak begitu mengingat apa yang terjadi padanya sehingga ia bisa selamat. Semakin ia pikirkan, semakin membuat kepalanya sakit. Tenggorokan Cyra terasa kering, ia ingin sekali minum. Tetapi untuk menjangkau botol minum di sampingnya, Cyra tak sampai. Mau minta tolong, Cyra tidak tahu minta tolong pada siapa. Sampai pintu yang berada tepat di depannya terbuka. Di sana ada sosok Rendi lengkap dengan baju kerjanya. Membuat pria itu tampak jauh lebih fresh, tampan dan berkharisma dengan proporsi tubuh yang pas dibalut kemeja. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN