Bagian 36

2200 Kata

Nadine berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan menundukkan kepalanya, air matanya tak lagi jatuh kendati hatinya masih berdenyut mendengarkan ucapan sahabat suaminya, meskipun ia tau Yoga tidak ada niatan untuk menyinggung perasaannya ataupun memojokkan dirinya, hanya saja dirinya masih sensitif dengan topik tersebut, berkali-kali Nadine mengeluarkan nafas kasar berharap suasana hatinya cepat membaik, ia tak ingin menampakkan raut wajah cemberut dihadapan suami ataupun mertuanya. Nadine tak tau kemana kakinya melangkah, ia hanya berjalan tanpa tujuan. Bukh… “aww, woy hati-hati dong kalau jalan, punya mata tu di gunain untuk__” ucap wanita yang baru Nadine tabrak karena ia tak melihat jalan. “maaf maaf mbak saya tidak sengaja” ucap Nadine bangun dari tersungkurnya “Nadine, kamu Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN