Bagian 29

1799 Kata

Seperti pagi-pagi biasanya Nadine membantu mamanya membuat sarapan sebelum ia berangkat kekampus, sudah tiga hari semenjak perseteruannya dengan Daniel Nadine menginap di rumah orang tuanya, ia mengikuti keinginan suaminya mereka harus sama-sama introspeksi diri. Rasa rindu pada suaminya sudah sangat menggelora. Tapi lagi-lagi ia masih bertahan dengan egonya. Melihat suaminya pergi tanpa menoleh sedikit pun masih menyesakkan  hingga kini. “Daniel belum jemput kamu nang, kalian tidak kelahi kan??” selidik Rania pada puetrinya, di selingi nada khawatir “tidak ma, kami baik kok” dusta Nadine “terus kenapa lama kali kamu di jemput, ndak biasanya suamimu itu betah jauh-jauh dari kamu nang, kamu pun kerjaannya melamun terus, kamu jujur kan sama mama nang, masalah itu jangan di diamin tapi di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN