`Daniel terpekur melihat kepergian istrinya, rencananya untuk menta kembali hubungannya yang merenggang berantakan sudah. Kekesalan sedari tadi pada sang istri ditambah pula ucapan sepupunya yang menyulut emosinya. Ia bukan tak mempercayai istrinya. ia sangat mempercayai apapun yang di ucapkan Nadine sekalipun itu kebohongan ia akan percaya. Tapi yang ia sesalkan keadaan yang sedemikian pelik. “kamu kok disini, nanti di cariin yang lain sebentar lagi kan acaranya mulai” ucap Daniel mengelus puncak kepala adiknya. “ acranya kurang seru” Nasya memeluk abangnya. “Nasya sayang banget sama mas Daniel, apalagi setelah mas menikah, Nasya fikir kita bakalan lebih jauh kalau mas sudah menikah, ternyata enggak, justru Nasya merasa punya abang yang sayang sama Nasya setelah mas menikah dengan mb

