Setelah melakukan subuhan Nadine memilih turun kebawah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya. Sementara Daniel melanjutkan tidurnya yang tertunda. Ia mengatakan kurang tidur selama istrinya nginap di rumah mertuanya. “selesai” ucap Nadine melihat hasil buatannya yang memuaskan. Berharap suaminya menyukai apa yang ia buat. Nadine memperhatikan jam yang bergelantungan didinding sudah menunjukkan hampir setengah delapan tapi sepertinya suaminya belum bangun, Nadine melepaskan apron dan menghampiri suaminya. Benar saja suaminya masih betah memjamkan mata dibawah selimut tebal. “mas, bangun kamu gak kerja??” Daniel tak menjawab, hanya leguhan yang keluar dari mulut suaminya. “yah udah kalau gitu Nadine brangkat ke kampus sendiri aja yah” mendengar itu Daniel bangun seketika. “tun

