Nadine membuka matanya, mengamati langit-langut ruang tengah rumahnya setelah menghabiskan kegiatan suami istri setengah jam yang lalu, lagi-lagi ia merasa kosong, suaminya melaukan itu bukan dasar keinginannya, tapi karena pengaruh obat, sebagai seorang istri ia merasa tak di inginkan, ia merasa tak berguna. “Nadine” panggil Daniel memeluk perut rata istrinya. “kamu marah sama aku?” Tanya Daniel menarik wajah istrinya “hei, maafin mas, kalau tadi mas bersikap menyakiti kamu, sungguh mas terpengaruh sama obat sialan itu” ucapnya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya. “kalau bukan karena obat itu mungkin kamu gak bakalan meminta kan mas?” Tanya Nadine memalingkan wajahnya “Ndine, mas bukan gak mau ataupun gak tertarik sama kamu, tapi mas mau membatasi hal itu dulu untuk saat

