Daniel berteriak tak bersuara memandangi Dinda di greyangi oleh teman-temannya, tangan dan kakinya diikat pada ujung tiang, ia tak bisa melakukan apapun kondisi dirinya tak jauh berbeda dengan adiknya, hatinya begitu hancur melihat adiknya dilakukan selayaknya binatang, teriakan Dinda begitu memilukan tapi tak seorang diantara mereka yang memperdulikan seolah teriakan itu adalah kemenangan dan nilai kepuasan bagi mereka, satu hal yang begitu membekas dalam ingatannya bahkan sampai kini sepasang mata yang sama yang dimiliki oleh Morgan, laki-laki yang berteriak dengan lantang dan mengabadikan kegiatan tak beradap itu pada sebuah kamera. “bagaimana rasanya hmm orang yang kau cintai dinikmati secara bergantian?” tanya laki-laki itu dengan suara seraknya. Detik berikutnya Daniel melihat t

