Setiap wanita ingin merasakan pengalaman menjadi seorang ibu, tak terkecuali bagi Nadine. Tetapi lagi-lagi Nadine harus merasakan yang namanya kehilangan. Tak ada yang lebih menyakitkan dari pada kehilangan calon buah hati bahkan keberadaanya saja masih belum ia ketahui. Dua hari paska kuretasi yang dijalaninya, Nadine hanya terbaring lemah di atas bankar, pandangannya jauh, entah berapa banyak air mata yang ia tumpahkan saat mendapati kenyataan yang memilukan ini. Banyak hal yang ia sesali. Andai aja ia tak pergi membeli tissue, andai aja ia tak mengikuti keinginana suaminya andai aja ia tak memaksakan ingin keluar mungkin janinnya masih bertahan. Tapi semuanya sudah terlanjur. Begitupun dengan Daniel ia merasakan kehilangan. Dadanya sesak saat mengetahu calon anaknya luruh bersama pe

