Daniel memperhatikan dua perempuan yang disayanginya saling melempar tawa, entah gosip apa yang menjadi topik perbincangan mereka. Dipagi buta istrinya mengajaknya mengunjungi adiknya dengan alasan “Nadine kangen bincang-bincang sama Nasya, nanti kalau udah kuliah gak bisa kemana-mana lagi.” yah Daniel sudah mengakui kalau ia menyayangi istrinya satu itu, meski tidak pun tidak pernah sekalipun keluar kata sayang dari mulutnya, tapi hati nya sudah mengakui itu. “Kedip bang, khawatir itu mata keluar.” Juna terkekeh melihat kakak iparnya yang tak berhenti melihat Nasya dan juga Nadine, sontak Daniel mengalihkan tatapannya pada Juna, yang baru selesai dari joggingnya. “Senang aja lihatin mereka, ngomong-ngomong selamat, sebentar lagi menjadi seorang ayah.” Daniel mengulurkan tangannya pa

