Perjuangan Nadine membesarkan ketiga buah hatinya seorang diri bukanlah perkara yang mudah, terkadang tuntutan ingin mempunya sosok ayah kerap kali menghantuinya. Ia mengerti perasaan putra-putrinya, ia tahu anaknya merasa berbeda dengan teman-temannya, tak sekali dua kali anaknya menangis merindukan sosok heronya yang membuat hatinya sebagai ibu terkoyak, ingin rasanya Nadine memboyong ke tiga anaknya menemui sosok yang mereka Tanya. Fikirannya melayang pada sosok laki-laki yang beberapa waktu ini menanam sosk ayah pada ketiga anaknya, Morgan. Laki-laki yang tempo hari melamarnya menawarkan cinta untuknya dan buah hatinya. “Anandine sebenarnya saya memperkenalkan kamu dengan kakak saya bukan hanya untuk menyambung tali silaturahim tetapi saya memiliki niat tulus ingin meminangmu, saya j

