Nadine memandangi arloji yang melingkar indah di tangannya, pertambahan usia tak mengurangi aura kecantikan wanita berhijab tersebut, setelah melahirkan anak kembar Nadine memboyong ke tiga anaknya keluar negeri melanjutkan pendidikannya yang pernah tertunda, ia tak sendirian ia bersama Ara. Tiga tahun sudah ia meninggalkan kota yang pernah memberikan warna dalam hidupnya. Setelah mendapatkan ijazah Nadine melamar menjadi dosen di salah satu Universitas yang ada di Papua, dan menjadi direktur di salaha satu rumah sakit yang ada di kota itu. Yah Nadine kembali pada kota yang mengenalkan dirinya dngan yang namanya cinta. Nadine memperhatikan wajah ketiga anaknya yang begitu pulas terlelap setelah menempuh perjalanan jauh, mereka mengeluh mengantuk. Berkali-kali Nadine mengecup wajah p

