PART 8
Sudah satu jam Denis di ruang IGD , belum ada tanda-tanda dokter ataupun perawat yang akan keluar dari ruangan itu .
Audrie menenangkan Felicia yang sedari tadi menangis , dalam tangisnya terlantun doa untuk Denis , semoga putranya tidak mengalami cedera yang parah .
Selesai mengurus administrasi, Adam bergabung dengan Felicia.
Ia merasa bersalah telah mengatakan hal yang tidak sepantasnya , sehingga membuat adiknya itu mengalami kecelakaan.
Tak ada niat Adam sengaja membuat hati Denis sakit , semua hanya spontanitas ketika ia diliputi emosi .
Adam menghela napas panjang , semoga Denis cepat pulih dan kembali ditengah-tengah keluarganya .
Tak lama , seorang pria berjas putih keluar dari ruangan IGD .
"Keluarga pasien bernama Pratama El Denis Pramudya ?" ucapnya.
Felicia berdiri dari tempat duduknya."Saya dok , saya ibunya."
"Mari ke ruangan saya ," Felicia mengangguk dan mengikuti pria yang berprofesi sebagai dokter bedah yang menangani Denis itu .
"Bagaimana keadaan anak saya dok ?" ucap Felicia ketika sampai di ruangan dokter yang bername tag dr.Rafa itu .
"Kondisi pasien tidak terlalu parah , cuma belum sadar efek obat bius . Pasien mendapat empat belas jahitan , dua di kening , sisanya di kepala bagian samping kanan karena pecahan kaca yang menancap di kepalanya. Lalu tulang pergelangan kaki kanan retak , sementara waktu belum bisa berjalan normal . Saat ini pasien kami pindahkan di ruang ICU , untuk mendapatkan perawatan intensif.Itu saja yang ingin saya sampaikan." Ucap dr.Rafa.
"Terima kasih dok , kalau begitu saya permisi." Felicia terlihat lemas tidak bisa berucap apa-apa lagi.
"Maaf , ada tambahan . Jika pasien muntah-muntah saat sadarkan diri , ibu jangan panik . Itu efek benturan yang cukup keras di kepalanya , kalau ada apa-apa segera hubungi kami."
Felicia mengangguk , lalu ia berjalan ke tempat Denis di rawat .
Setelah memakai pakaian steril , Felicia masuk ke dalam ICU.
Ia kembali menangis ketika melihat alat-alat medis menempel di tubuh putranya.
_____
Adam mengantar Audrie ke rumah Denis , lebih baik Audrie menginap di sana dan ia bisa menemani Felicia di rumah sakit menjaga Denis .
"Nek , Adam titip Audrie . Biar dia menginap di sini. " Ucap Adam ke pada Bi Parni .
"Baik den , semoga den Denis cepat pulih. "
Bi Parni sempat kaget mendengar Denis kecelakaan .
"Adam pamit ya nek , Audrie kamu di sini sementara sampai kondisi Denis membaik." Bi Parni dan Audrie mengangguk.
Adam mengajak serta pak Yono , sekalian ia mau mengembalikan mobil milik tetangga Felicia yang dipinjamnya mengantar Denis ke rumah sakit.
Dua mobil berjalan beriringan , meninggal kediaman Denis .
"Non Audrie , istirahat dulu." Ucap bi Parni , Audrie mengangguk dan masuk ke dalam kamar tamu yang sudah dirapikan bi Parni.
Direbahkannya tubuh Audrie ke atas ranjang , ia meraih ponselnya di dalam tas.
Ia harus memberitahu kepada kedua orang tuanya tentang kondisi Denis , bagaimanapun Denis keponakan papa dan Mama nya .
"Halo Ma. "
"Halo , kenapa suaramu terdengar lemas sekali?"
"Audrie mau menyampaikan kabar buruk Ma , mas Denis...." Ucapan Audrie terpotong , ia menangis , ia kembali teringat kejadian yang ia lihat tadi siang di mana mobil Denis bertabrakan.
"Kenapa Audrie? Ada apa dengan Denis ?"
"Mas Denis di rawat di rumah sakit ma , tadi.. tadi siang mobilnya tabrakan."
"Ya Allah , terus bagaimana kondisi Denis ?"
"Pas Audrie di antar pulang sama mas Adam , mas Denis sudah dipindahkan ke ruang ICU Ma. Tapi sepertinya belum sadarkan diri. " Jelas Audrie
"Mama sama papa ke sana hari Sabtu , soalnya papa masih banyak kerjaan . Kamu kuatin mami Felicia ya sayang ,"
"Baik Ma. "
Audrie menutup panggilannya , sebaiknya ia istirahat agar besok bisa ke rumah sakit lagi .
_____
Sudah pukul 11.00 malam , namun belum ada tanda-tanda Denis akan membuka matanya membuat Felicia sama sekali tak merasakan kantuk .
"Sebaiknya kamu istirahat Fel , biar aku yang jagain Denis." Ucap seseorang membuat Felicia yang sedang memandangi wajah Denis ,menoleh .
"Kamu ?" orang itu mengangguk.
"Jangan terlalu capek , tidurlah. "
Benar , Felicia harus menjaga kesehatannya juga agar ia bisa mendampingi Denis .
Felicia menelpon Adam agar anak itu tidak ke rumah sakit , biar ia istirahat sebentar. Ditambah di sini sedang ada daddy-nya Denis , ia tak mau Adam membuat keributan dengan orang itu .
Felicia membaringkan tubuhnya di atas sofa , ia harus istirahat meski sejenak .
Sementara Miko , ia masih memandangi anaknya yang terbujur lemas di brankar perawatan.
Ia bisa berada di dekat Denis sekarang berkat bi Parni mengabarinya tadi sore .
Flasback on.
Bi Parni mendapat kabar kecelakaan dari Adam , Adam memintanya merapikan kamar tamu untuk Audrie menginap malam ini .
Setelah selesai berberes , sebelum Adam datang ke rumah , bi Parni terlebih dahulu memberi kabar duka itu kepada Miko .
Miko yang sedang di ruang meeting pun segera meninggalkan kantor , ia harus secepatnya ke Semarang.
Begitu sampai di rumahnya , Miko mengemasi pakaiannya ke dalam koper .
Ia tak memperdulikan Marsya yang menatapnya bingung , tanpa sepatah katapun Miko meninggalkan rumah .
Beruntunglah Miko , jadwal pesawat Jakarta-Semarang yang lebih dari dua kali dalam sehari , mempermudahnya untuk secepatnya sampai Semarang.
Hanya butuh empat puluh lima menit untuk sampai di Semarang , Miko naik taksi menuju rumah sakit yang tadi disebutkan bi Parni.
Miko tak langsung masuk ke ruang di mana Denis dirawat , ia menunggu Adam pergi terlebih dahulu.
Ia belum siap bertemu mantan anak tirinya itu , terakhir bertemu hubungan keduanya sempat memanas .
Adam sepertinya belum bisa memaafkan Miko , membuat Miko menahan diri untuk segera bertemu putranya -Denis .
Adam baru meninggalkan rumah sakit tepat pukul 11.00 malam , ia mengajak serta Audrie .
Miko tak membuang waktu lagi , ia masuk ke dalam ruang ICU .
Flasback off.
Miko menoleh ke arah Felicia berbaring , ia mendekati mantan istrinya itu .
Felicia sudah terpejam , matanya bengkak akibat hampir seharian ini ia menangis. Menangisi keadaan Denis .
Miko mengusap pipi Felicia yang masih basah oleh air mata , dikecupnya pelan kening Felicia.
"Tidurlah dengan nyenyak." Bisiknya .
Diselimutinya tubuh Felicia dengan jas yang tadi ia pakai , agar Felicia tak kedinginan batinnya .
Kemudian ia kembali ke posisinya tadi , duduk di samping brankar Denis .
"Sadarlah jagoan , daddy di sini . Maafkan daddy yang baru menemuimu saat kondisimu seperti ini." Ucap Miko penuh penyesalan.