PART 8

1061 Kata
PART 8    Sudah satu jam Denis di ruang IGD , belum ada tanda-tanda dokter ataupun perawat yang akan keluar dari ruangan itu . Audrie menenangkan Felicia yang sedari tadi menangis , dalam tangisnya terlantun doa untuk Denis , semoga putranya tidak mengalami cedera yang parah . Selesai mengurus administrasi, Adam bergabung dengan Felicia. Ia merasa bersalah telah mengatakan hal yang tidak sepantasnya , sehingga membuat adiknya itu mengalami kecelakaan. Tak ada niat Adam sengaja membuat hati Denis sakit , semua hanya spontanitas ketika ia diliputi emosi . Adam menghela napas panjang , semoga Denis cepat pulih dan kembali ditengah-tengah keluarganya . Tak lama , seorang pria berjas putih keluar dari ruangan IGD . "Keluarga pasien bernama Pratama El Denis Pramudya ?" ucapnya. Felicia berdiri dari tempat duduknya."Saya dok , saya ibunya." "Mari ke ruangan saya ," Felicia mengangguk dan mengikuti pria yang berprofesi sebagai dokter bedah yang menangani Denis itu . "Bagaimana keadaan anak saya dok ?" ucap Felicia ketika sampai di ruangan dokter yang bername tag dr.Rafa itu . "Kondisi pasien tidak terlalu parah , cuma belum sadar efek obat bius . Pasien mendapat empat belas jahitan , dua di kening , sisanya di kepala bagian samping kanan karena pecahan kaca yang menancap di kepalanya. Lalu tulang pergelangan kaki kanan retak , sementara waktu belum bisa berjalan normal . Saat ini pasien kami pindahkan di ruang ICU , untuk mendapatkan perawatan intensif.Itu saja yang ingin saya sampaikan." Ucap dr.Rafa. "Terima kasih dok , kalau begitu saya permisi." Felicia terlihat lemas tidak bisa berucap apa-apa lagi. "Maaf , ada tambahan . Jika pasien muntah-muntah saat sadarkan diri , ibu jangan panik . Itu efek benturan yang cukup keras di kepalanya , kalau ada apa-apa segera hubungi kami." Felicia mengangguk , lalu ia berjalan ke tempat Denis di rawat . Setelah memakai pakaian steril ,  Felicia masuk ke dalam ICU. Ia kembali menangis ketika melihat alat-alat medis menempel di tubuh putranya. _____ Adam mengantar Audrie ke rumah Denis ,  lebih baik Audrie menginap di sana dan ia bisa menemani Felicia di rumah sakit menjaga Denis . "Nek , Adam titip Audrie . Biar dia menginap di sini. " Ucap Adam ke pada Bi Parni . "Baik den , semoga den Denis cepat pulih. " Bi Parni sempat kaget mendengar Denis kecelakaan . "Adam pamit ya nek , Audrie kamu di sini sementara sampai kondisi Denis membaik." Bi Parni dan Audrie mengangguk. Adam mengajak serta pak Yono , sekalian ia mau mengembalikan mobil milik tetangga Felicia yang dipinjamnya mengantar Denis ke rumah sakit. Dua mobil berjalan beriringan , meninggal kediaman Denis . "Non Audrie , istirahat dulu." Ucap bi Parni , Audrie mengangguk dan masuk ke dalam kamar tamu yang sudah dirapikan bi Parni. Direbahkannya tubuh Audrie ke atas ranjang , ia meraih ponselnya di dalam tas. Ia harus memberitahu kepada kedua orang tuanya tentang kondisi Denis , bagaimanapun Denis keponakan papa dan Mama nya . "Halo Ma. " "Halo , kenapa suaramu terdengar lemas sekali?" "Audrie mau menyampaikan kabar buruk Ma , mas Denis...." Ucapan Audrie terpotong , ia menangis , ia kembali teringat kejadian yang ia lihat tadi siang di mana mobil Denis bertabrakan. "Kenapa Audrie? Ada apa dengan Denis ?" "Mas Denis di rawat di rumah sakit ma , tadi.. tadi siang mobilnya tabrakan." "Ya Allah , terus bagaimana kondisi Denis ?" "Pas Audrie di antar pulang sama mas Adam , mas Denis sudah dipindahkan ke ruang ICU Ma.  Tapi sepertinya belum sadarkan diri. " Jelas Audrie "Mama sama papa ke sana hari Sabtu , soalnya papa masih banyak kerjaan . Kamu kuatin mami Felicia ya sayang ," "Baik Ma. " Audrie menutup panggilannya , sebaiknya ia istirahat agar besok bisa ke rumah sakit lagi . _____ Sudah pukul 11.00 malam , namun belum ada tanda-tanda Denis akan membuka matanya membuat Felicia sama sekali tak merasakan kantuk . "Sebaiknya kamu istirahat Fel , biar aku yang jagain Denis." Ucap seseorang membuat Felicia yang sedang memandangi wajah Denis ,menoleh . "Kamu ?" orang itu mengangguk. "Jangan terlalu capek , tidurlah. " Benar , Felicia harus menjaga kesehatannya juga agar ia bisa mendampingi Denis . Felicia menelpon Adam agar anak itu tidak ke rumah sakit , biar ia istirahat sebentar. Ditambah di sini sedang ada daddy-nya Denis , ia tak mau Adam membuat keributan dengan orang itu . Felicia membaringkan tubuhnya di atas sofa , ia harus istirahat meski sejenak . Sementara Miko , ia masih memandangi anaknya yang terbujur lemas di brankar perawatan. Ia bisa berada di dekat Denis sekarang berkat bi Parni mengabarinya tadi sore . Flasback on. Bi Parni mendapat kabar kecelakaan dari Adam , Adam memintanya merapikan kamar tamu untuk Audrie menginap malam ini . Setelah selesai berberes , sebelum Adam datang ke rumah , bi Parni terlebih dahulu memberi kabar duka itu kepada Miko . Miko yang sedang di ruang meeting pun segera meninggalkan kantor , ia harus secepatnya ke Semarang. Begitu sampai di rumahnya , Miko mengemasi pakaiannya ke dalam koper . Ia tak memperdulikan Marsya yang menatapnya bingung , tanpa sepatah katapun Miko meninggalkan rumah . Beruntunglah Miko , jadwal pesawat Jakarta-Semarang yang lebih dari dua kali dalam sehari , mempermudahnya untuk secepatnya sampai Semarang. Hanya butuh empat puluh lima menit untuk sampai di Semarang , Miko naik taksi menuju rumah sakit yang tadi disebutkan bi Parni. Miko tak langsung masuk ke ruang di mana Denis dirawat , ia menunggu Adam pergi terlebih dahulu. Ia belum siap bertemu mantan anak tirinya itu , terakhir bertemu hubungan keduanya sempat memanas . Adam sepertinya belum bisa memaafkan Miko , membuat Miko menahan diri untuk segera bertemu putranya -Denis . Adam baru meninggalkan rumah sakit tepat pukul 11.00 malam , ia mengajak serta Audrie . Miko tak membuang waktu lagi , ia masuk ke dalam ruang ICU . Flasback off. Miko menoleh ke arah Felicia berbaring , ia mendekati mantan istrinya itu . Felicia sudah terpejam , matanya bengkak akibat hampir seharian ini ia menangis. Menangisi keadaan Denis . Miko mengusap pipi Felicia yang masih basah oleh air mata , dikecupnya pelan kening Felicia. "Tidurlah dengan nyenyak." Bisiknya . Diselimutinya tubuh Felicia dengan jas yang tadi ia pakai , agar Felicia tak kedinginan batinnya . Kemudian ia kembali ke posisinya tadi , duduk di samping brankar Denis . "Sadarlah jagoan , daddy di sini . Maafkan daddy yang baru menemuimu saat kondisimu seperti ini." Ucap Miko penuh penyesalan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN