PART 9

1483 Kata
PART 9 Pukul 03.00 dini hari , Denis mencoba untuk membuka matanya "Mam.." rintih Denis . "Mam ," Denis meringis ,terasa sakit di sekujur tubuhnya. Miko disampingnya terkesiap , ia senang anaknya sudah sadar . Mata Denis terbuka sempurna , diedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang berlangit-langit putih itu . "Mam.." Ulang Denis . "Mami lagi istirahat nak ," Ucap suara bariton yang asing ditelinga Denis . "Ini daddy , kamu sudah sadar Den... Denis." ucap Miko kaku memanggil nama Denis yang terasa kelu di lidahnya.       Denis berusaha menolehkan kepalanya , namun rasa nyeri menyerang sehingga ia mengurungkan niatnya. Setetes air mata jatuh membasahi pipi Denis , dengan kondisinya seperti ini pasti menambah beban bagi maminya . "Hei , kenapa kamu menangis ? Apa yang sakit ?" Miko memeriksa tubuh Denis . Denis menggeleng pelan "Mi..num," Miko mengulurkan sebotol air lengkap dengan sedotan , dibantunya Denis meminum air itu. "U..dah, " Miko meletakkan botol ke atas nakas . "Jam ber..apa ?" Tanya Denis . "Jam tiga," Denis merinding , ia takut ada setan apalagi di rumah sakit seperti ini. "Ada apa ?" Tanya Miko penasaran, kenapa Denis menanyakan jam berapa ? "Takut." Jawab Denis singkat . Miko tersenyum kecil . "Jangan takut , ada daddy di sini. " Denis memejamkan matanya kembali, merasa tak nyaman berada di dekat orang asing yang kini ada di sampingnya. Meskipun itu daddy-nya sendiri , terlalu lama tak bertemu membuat mereka seperti orang lain . Miko menatap wajah Denis , sedikit ngeri melihat kening yang diperban dan kaki yang di gips . Meskipun Denis telah kembali terlelap , Miko terus memandangi anaknya . Ia harus tetap terjaga hingga pagi menjelang , jika sewaktu-waktu butuh sesuatu ia sudah standby di samping Denis . ____ Felicia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal akibat tidur meringkuk di sofa , dirasakannya sesuatu yang tertarik saat ia meregangkan tubuh . Sebuah jas hitam berada di atas badannya , membuat Felicia mengernyit lalu menoleh ke arah Miko yang hanya mengenakan kemeja dengan lengan yang telah tergulung hingga siku . Masih perhatian saja ! Batin Felicia. Ia berjalan ke arah di mana Denis berbaring , Miko tengah memegang ponselnya. Pasti menghubungi istrinya! Batin Felicia lagi . Ia menggelengkan kepalanya , bisa-bisanya ia berpikir yang tidak-tidak. "Aku sudah bangun , gantian kalau kamu mau istirahat." Ucap Felicia , sebenarnya ia kasihan melihat Miko yang sangat mengantuk . Tapi itukan salah Miko sendiri , pria itu yang menawarkan diri untuk menjaga Denis semalaman. "Baiklah." Ucap Miko , kini ia yang tidur di sofa . Di luar , ada Adam yang melihat interaksi Miko dan Felicia. Adam mengepalkan tangannya , jika saja ini bukan rumah sakit maka ia sudah menghajar pria itu . Adam masuk ketika Miko sudah tertidur , ia membawakan baju ganti untuk Felicia dan Denis tak lupa juga ia membawakan sarapan untuk maminya . Untuk mantan daddy-nya ? Biar saja dia mencari sarapan sendiri . Adam mengambil kursi , lalu duduk di samping Felicia. "Mi , kenapa dia di sini ?" Felicia menoleh ke arah Miko , ia tahu dia yang dimaksud Adam adalah Miko . "Bi Parni yang ngabarin , katanya sih. " Ucap Felicia. "Kenapa biarin dia masuk ke sini ? Mami kan bisa nyuruh Adam buat gantiin mami." ketus Adam . "Dia juga berhak buat jagain Denis ." Adam mendengus kesal . "Mantan suami mami tuh gak ada jantan-jantannya kemana saja dia ? setelah Denis terkapar , baru berani datang menemuinya !!" Sungut Adam . Denis terbangun ketika mendengar percakapan Felicia dan Adam , mendengar suara Adam ia kembali mengingat ketika kakaknya itu mengucapkan kata-kata tajam yang menusuk hatinya. "Dad..Dy ," Felicia menoleh ke sumber suara , Denis anaknya sudah sadar . Rona bahagia tersirat di wajahnya "Sayang , Denis .kamu sudah sadar ?" Ucap Felicia senang. Jika bisa memilih , ia lebih menginginkan Denis dengan sifat usilnya daripada harus terbaring di sini. "Dad.." "Ini mami sayang  , Denis." Felicia menangis ketika Denis pertama sadar yang dipanggil daddy bukan maminya. Felicia tersenyum pedih , terpaksa ia membangunkan Miko yang baru saja terlelap. Sedangkan Adam menatap geram Denis , kenapa Denis lebih butuh Miko ? Sementara maminya begitu mengkhawatirkan Denis . Kebiasaan Miko yang susah dibangunkan ternyata masih saja seperti dahulu , padahal dia baru saja tidur . "Mik , tolong bangun! " Felicia menggoyang tubuh Miko . "Lima menit lagi," ucap Miko dengan mata yang masih terpejam. "Denis butuh kamu. " Bisik Felicia agak kencang di telinganya , membuat Miko bangun seketika . Ia melangkah ke arah Denis yang sedang memandang kosong ke atas , sepertinya anak itu banyak beban pikiran. "Denis butuh daddy ?" Denis mengangguk. "Apa yang kamu perlukan nak ?" "Denis mau menyusahkan daddy boleh ? Tolong rawat Denis ya dad , Denis sudah terlalu sering merepotkan mami." Ucap Denis terbata , Miko mengangguk semangat. Dengan senang hati Miko menyambutnya , baginya merawat Denis tidaklah menyusahkannya , justru ini kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan Denis . Felicia terpaku di tempat , ia tak menyangka Denis akan berpikiran jika sakitnya menyusahkannya. Adam jadi teringat kata-kata terakhir sebelum Denis kecelakaan , ia yang mengatakan Denis menyusahkan Felicia hingga kini Denis memilih untuk dirawat Miko. Maaf mi ucap Adam dalam hati . Denis berusaha untuk duduk , Miko membantunya dengan sedikit menaikkan brankar agar mempermudah Denis . "Minum dad, " ucap Denis , segera Miko meraih botol di atas nakas . Felicia duduk di samping Miko , ia memandangi wajah pucat anaknya . Kehadirannya seperti tidak dihiraukan oleh Denis , Denis lebih banyak meminta bantuan kepada Miko . "Mam , mami boleh istirahat di rumah . Biar daddy yang jaga Denis. " Ucap Denis , ia sebenarnya sangat ingin dimanjakan maminya saat kondisinya seperti ini . Namun lagi-lagi keinginan tak ingin menyusahkan maminya membuat Denis mengurungkan niatnya , Denis berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa tanpa mami disisinya. Dengan berat hati , Adam dan Felicia akhirnya memutuskan untuk pulang . Mereka tidak menolak keinginan Denis , mereka berharap dengan adanya Miko dapat mempercepat pemulihan Denis . Setelah Felicia dan Adam pergi , Denis lebih memilih memejamkan matanya lagi . Banyak tidur,mungkin itu dapat mengurangi rasa sakit di kepala dan kakinya . Ia juga tak ingin lama-lama berbasa-basi dengan Miko , tadi yang ia lakukan semata-mata agar Felicia tidak terlalu mengkhawatirkannya . _____ Sampai di rumah Felicia , banyak tetangga yang tengah membeli sayur di depan rumahnya. Ia langsung masuk ke dalam rumah , ibu-ibu itu langsung mengerubungi Adam . "Mas Adam , bagaimana keadaan Denis ?" Ucap salah satu ibu . "Alhamdulillah baik , doain semoga lekas sembuh." Ucap Adam ramah . "Makanya mas , adiknya jangan dibawain mobil . Masih kecil kok udah boleh nyetir mobil sendiri , membahayakan orang lain ," cibir ibu yang bernama Yati . "Semua sudah takdir Allah Bu , setelah ini saya tak izinkan Denis mengemudi lagi.  Saya permisi dulu ya , mari Bu. " Adam berlalu masuk ke dalam rumah , tak mau meladeni omongan ibu-ibu kompleks ini . "Heh , Bu Yati . Tetangga kita lagi kena musibah , mbok ya nyinyirnya nanti saja ," salah satu ibu mencoba membela Denis . "Lha memang keadaannya begitu , ugal-ugalan bawa mobil segala. Anak saya saja belum saya bolehin naik motor. " Bu Yati tak mau mengalah . Kebetulan Bu RT sedang ada di sana , ia berusaha menengahi "Sudah ibu-ibu, kita doakan semoga Bu Felicia sabar menghadapi cobaan dan Denis semoga lekas diberikan kesembuhan," ucapnya. Tak lama ibu-ibu itu membubarkan diri . ***** Di rumahnya Yasmin tengah berang , lagi-lagi Miko masih mengurusi hidup mantan istrinya itu . Sampai-sampai di tengah meeting dengan tender besar Miko tinggalkan begitu saja , sungguh membahayakan bagi perusahaan Miko yang nantinya akan berdampak pada kehidupannya juga . Flasback Hampir tengah malam , Yasmin belum mendapati sosok suaminya pulang . Ia menghubungi Rudi , sekretaris suaminya . "Halo Rud." "Halo Bu , bagaimana keadaan anak ibu ? " Tanya Rudi . "Anak saya di rumah , maksudnya gimana Rud ?" "Tadi bapak keluar dari meeting , katanya anaknya kritis di rumah sakit, " "Anak saya gak kenapa-kenapa Rud , ya sudah kalau gitu ." Rudi menutup panggilan Yasmin , ia sudah jengah dengan istri bosnya yang galak itu . Flasback off "Lihat Marsya sampai dua hari papamu belum pulang  , papamu lebih mementingkan keluarga mantan istrinya daripada kamu . Semula aku kira dengan adanya kamu Miko bisa berpaling dari wanita sialan itu , ternyata sama sekali tidak. Bahkan sampai sekarang dia masih peduli , dasar . Percuma ada kamu di dunia ini !" Berang Yasmin terhadap Marsya . Kata-k********r Yasmin sangat melukai hati, rasanya Marsya ingin pergi dari rumah ini. Tapi tak ada satupun tujuannya untuk berlindung , di rumah orang tua Miko ia sama sekali tidak diterima. Dari orang tua Yasmin sendiri mereka telah pindah ke luar kota , kini hanya ada kebimbangan di hati Marsya . Tuhan , tolonglah aku keluar dari keadaan ini .aamiin . Batin Marsya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN