PART 9
Pukul 03.00 dini hari , Denis mencoba untuk membuka matanya "Mam.." rintih Denis .
"Mam ," Denis meringis ,terasa sakit di sekujur tubuhnya.
Miko disampingnya terkesiap , ia senang anaknya sudah sadar .
Mata Denis terbuka sempurna , diedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang berlangit-langit putih itu .
"Mam.." Ulang Denis .
"Mami lagi istirahat nak ," Ucap suara bariton yang asing ditelinga Denis .
"Ini daddy , kamu sudah sadar Den... Denis." ucap Miko kaku memanggil nama Denis yang terasa kelu di lidahnya.
Denis berusaha menolehkan kepalanya , namun rasa nyeri menyerang sehingga ia mengurungkan niatnya.
Setetes air mata jatuh membasahi pipi Denis , dengan kondisinya seperti ini pasti menambah beban bagi maminya .
"Hei , kenapa kamu menangis ? Apa yang sakit ?" Miko memeriksa tubuh Denis .
Denis menggeleng pelan "Mi..num,"
Miko mengulurkan sebotol air lengkap dengan sedotan , dibantunya Denis meminum air itu.
"U..dah, "
Miko meletakkan botol ke atas nakas .
"Jam ber..apa ?" Tanya Denis .
"Jam tiga,"
Denis merinding , ia takut ada setan apalagi di rumah sakit seperti ini.
"Ada apa ?" Tanya Miko penasaran, kenapa Denis menanyakan jam berapa ?
"Takut." Jawab Denis singkat .
Miko tersenyum kecil .
"Jangan takut , ada daddy di sini. "
Denis memejamkan matanya kembali, merasa tak nyaman berada di dekat orang asing yang kini ada di sampingnya.
Meskipun itu daddy-nya sendiri , terlalu lama tak bertemu membuat mereka seperti orang lain .
Miko menatap wajah Denis , sedikit ngeri melihat kening yang diperban dan kaki yang di gips .
Meskipun Denis telah kembali terlelap , Miko terus memandangi anaknya .
Ia harus tetap terjaga hingga pagi menjelang , jika sewaktu-waktu butuh sesuatu ia sudah standby di samping Denis .
____
Felicia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal akibat tidur meringkuk di sofa , dirasakannya sesuatu yang tertarik saat ia meregangkan tubuh .
Sebuah jas hitam berada di atas badannya , membuat Felicia mengernyit lalu menoleh ke arah Miko yang hanya mengenakan kemeja dengan lengan yang telah tergulung hingga siku .
Masih perhatian saja ! Batin Felicia.
Ia berjalan ke arah di mana Denis berbaring , Miko tengah memegang ponselnya.
Pasti menghubungi istrinya! Batin Felicia lagi .
Ia menggelengkan kepalanya , bisa-bisanya ia berpikir yang tidak-tidak.
"Aku sudah bangun , gantian kalau kamu mau istirahat." Ucap Felicia , sebenarnya ia kasihan melihat Miko yang sangat mengantuk . Tapi itukan salah Miko sendiri , pria itu yang menawarkan diri untuk menjaga Denis semalaman.
"Baiklah." Ucap Miko , kini ia yang tidur di sofa .
Di luar , ada Adam yang melihat interaksi Miko dan Felicia.
Adam mengepalkan tangannya , jika saja ini bukan rumah sakit maka ia sudah menghajar pria itu .
Adam masuk ketika Miko sudah tertidur , ia membawakan baju ganti untuk Felicia dan Denis tak lupa juga ia membawakan sarapan untuk maminya .
Untuk mantan daddy-nya ? Biar saja dia mencari sarapan sendiri .
Adam mengambil kursi , lalu duduk di samping Felicia.
"Mi , kenapa dia di sini ?" Felicia menoleh ke arah Miko , ia tahu dia yang dimaksud Adam adalah Miko .
"Bi Parni yang ngabarin , katanya sih. " Ucap Felicia.
"Kenapa biarin dia masuk ke sini ? Mami kan bisa nyuruh Adam buat gantiin mami." ketus Adam .
"Dia juga berhak buat jagain Denis ."
Adam mendengus kesal .
"Mantan suami mami tuh gak ada jantan-jantannya kemana saja dia ? setelah Denis terkapar , baru berani datang menemuinya !!" Sungut Adam .
Denis terbangun ketika mendengar percakapan Felicia dan Adam , mendengar suara Adam ia kembali mengingat ketika kakaknya itu mengucapkan kata-kata tajam yang menusuk hatinya.
"Dad..Dy ,"
Felicia menoleh ke sumber suara , Denis anaknya sudah sadar .
Rona bahagia tersirat di wajahnya "Sayang , Denis .kamu sudah sadar ?" Ucap Felicia senang.
Jika bisa memilih , ia lebih menginginkan Denis dengan sifat usilnya daripada harus terbaring di sini.
"Dad.."
"Ini mami sayang , Denis." Felicia menangis ketika Denis pertama sadar yang dipanggil daddy bukan maminya.
Felicia tersenyum pedih , terpaksa ia membangunkan Miko yang baru saja terlelap.
Sedangkan Adam menatap geram Denis , kenapa Denis lebih butuh Miko ? Sementara maminya begitu mengkhawatirkan Denis .
Kebiasaan Miko yang susah dibangunkan ternyata masih saja seperti dahulu , padahal dia baru saja tidur .
"Mik , tolong bangun! " Felicia menggoyang tubuh Miko .
"Lima menit lagi," ucap Miko dengan mata yang masih terpejam.
"Denis butuh kamu. " Bisik Felicia agak kencang di telinganya , membuat Miko bangun seketika .
Ia melangkah ke arah Denis yang sedang memandang kosong ke atas , sepertinya anak itu banyak beban pikiran.
"Denis butuh daddy ?" Denis mengangguk.
"Apa yang kamu perlukan nak ?"
"Denis mau menyusahkan daddy boleh ? Tolong rawat Denis ya dad , Denis sudah terlalu sering merepotkan mami." Ucap Denis terbata , Miko mengangguk semangat.
Dengan senang hati Miko menyambutnya , baginya merawat Denis tidaklah menyusahkannya , justru ini kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan Denis .
Felicia terpaku di tempat , ia tak menyangka Denis akan berpikiran jika sakitnya menyusahkannya.
Adam jadi teringat kata-kata terakhir sebelum Denis kecelakaan , ia yang mengatakan Denis menyusahkan Felicia hingga kini Denis memilih untuk dirawat Miko.
Maaf mi ucap Adam dalam hati .
Denis berusaha untuk duduk , Miko membantunya dengan sedikit menaikkan brankar agar mempermudah Denis .
"Minum dad, " ucap Denis , segera Miko meraih botol di atas nakas .
Felicia duduk di samping Miko , ia memandangi wajah pucat anaknya .
Kehadirannya seperti tidak dihiraukan oleh Denis , Denis lebih banyak meminta bantuan kepada Miko .
"Mam , mami boleh istirahat di rumah . Biar daddy yang jaga Denis. " Ucap Denis , ia sebenarnya sangat ingin dimanjakan maminya saat kondisinya seperti ini .
Namun lagi-lagi keinginan tak ingin menyusahkan maminya membuat Denis mengurungkan niatnya , Denis berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia bisa tanpa mami disisinya.
Dengan berat hati , Adam dan Felicia akhirnya memutuskan untuk pulang .
Mereka tidak menolak keinginan Denis , mereka berharap dengan adanya Miko dapat mempercepat pemulihan Denis .
Setelah Felicia dan Adam pergi , Denis lebih memilih memejamkan matanya lagi .
Banyak tidur,mungkin itu dapat mengurangi rasa sakit di kepala dan kakinya .
Ia juga tak ingin lama-lama berbasa-basi dengan Miko , tadi yang ia lakukan semata-mata agar Felicia tidak terlalu mengkhawatirkannya .
_____
Sampai di rumah Felicia , banyak tetangga yang tengah membeli sayur di depan rumahnya.
Ia langsung masuk ke dalam rumah , ibu-ibu itu langsung mengerubungi Adam .
"Mas Adam , bagaimana keadaan Denis ?" Ucap salah satu ibu .
"Alhamdulillah baik , doain semoga lekas sembuh." Ucap Adam ramah .
"Makanya mas , adiknya jangan dibawain mobil . Masih kecil kok udah boleh nyetir mobil sendiri , membahayakan orang lain ," cibir ibu yang bernama Yati .
"Semua sudah takdir Allah Bu , setelah ini saya tak izinkan Denis mengemudi lagi. Saya permisi dulu ya , mari Bu. "
Adam berlalu masuk ke dalam rumah , tak mau meladeni omongan ibu-ibu kompleks ini .
"Heh , Bu Yati . Tetangga kita lagi kena musibah , mbok ya nyinyirnya nanti saja ," salah satu ibu mencoba membela Denis .
"Lha memang keadaannya begitu , ugal-ugalan bawa mobil segala. Anak saya saja belum saya bolehin naik motor. " Bu Yati tak mau mengalah .
Kebetulan Bu RT sedang ada di sana , ia berusaha menengahi "Sudah ibu-ibu, kita doakan semoga Bu Felicia sabar menghadapi cobaan dan Denis semoga lekas diberikan kesembuhan," ucapnya.
Tak lama ibu-ibu itu membubarkan diri .
*****
Di rumahnya Yasmin tengah berang , lagi-lagi Miko masih mengurusi hidup mantan istrinya itu .
Sampai-sampai di tengah meeting dengan tender besar Miko tinggalkan begitu saja , sungguh membahayakan bagi perusahaan Miko yang nantinya akan berdampak pada kehidupannya juga .
Flasback
Hampir tengah malam , Yasmin belum mendapati sosok suaminya pulang .
Ia menghubungi Rudi , sekretaris suaminya .
"Halo Rud."
"Halo Bu , bagaimana keadaan anak ibu ? " Tanya Rudi .
"Anak saya di rumah , maksudnya gimana Rud ?"
"Tadi bapak keluar dari meeting , katanya anaknya kritis di rumah sakit, "
"Anak saya gak kenapa-kenapa Rud , ya sudah kalau gitu ."
Rudi menutup panggilan Yasmin , ia sudah jengah dengan istri bosnya yang galak itu .
Flasback off
"Lihat Marsya sampai dua hari papamu belum pulang , papamu lebih mementingkan keluarga mantan istrinya daripada kamu . Semula aku kira dengan adanya kamu Miko bisa berpaling dari wanita sialan itu , ternyata sama sekali tidak. Bahkan sampai sekarang dia masih peduli , dasar . Percuma ada kamu di dunia ini !" Berang Yasmin terhadap Marsya .
Kata-k********r Yasmin sangat melukai hati, rasanya Marsya ingin pergi dari rumah ini.
Tapi tak ada satupun tujuannya untuk berlindung , di rumah orang tua Miko ia sama sekali tidak diterima.
Dari orang tua Yasmin sendiri mereka telah pindah ke luar kota , kini hanya ada kebimbangan di hati Marsya .
Tuhan , tolonglah aku keluar dari keadaan ini .aamiin . Batin Marsya.