32

1268 Kata

Hola, happy reading and enjoy! Chapter 32 Vanya menghempaskan bokongnya di sofa, bibirnya terkatup rapat dan ekspresi cemberutnya semakin bertambah karena Ares membawanya ke kantor. Ada banyak kekhawatiran yang menggelayuti pikirannya karena di ruangan itu menurutnya bukan tempat yang aman baginya, bisa saja Ares akan melakukan hal tidak senonoh lagi padanya dan jika ketakutannya terjadi dirinya tidak memiliki kesempatan untuk meminta bantuan kepada siapa pun. Bahkan jika berteriak hingga pita suaranya terputus sekali pun, sepertinya tidak akaan ada yang menolongnya. Sementara Ares dengan sikap tenang duduk di kursi kerjanya, bekerja seperti biasa seolah-olah di ruangan itu hanya ada dirinya. Tetapi, beberapa kali ia melirik Vanya yang terlihat menampakkan ekspresi tidak senangnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN