Memiliki wajah rupawan,tubuh ideal,dan memiliki segalanya. Apakah tertarik pada seorang Kim Hyung Dae?
Dia Kim Hyung Dae seorang lelaki dengan profesi guru BK di Seoul High School. Dia memiliki kedua orang tua yang memiliki segalanya. Yah,appa nya memiliki perusahaan besar di Seoul Korea,sedangkan Eomma nya adalah pemilik butik terkenal di Seoul Korea.
Hyun Dae mengajar di Yayasan sekolah milik keluarganya. Yap, Seoul High School adalah salah satu aset pendidikan yang keluarganya punya. Jujur saja Hyung Dae memang kurang tertarik pada dunia bisnis,bahkan dia lebih tertarik pada bidang pendidikan yang mengarah pada norma sopan dan santun. Mungkin karena inilah dia memilih bekerja sebagai seorang guru bimbingan konseling yang terkenal akan wajah rupawan,mapan dan killer pastinya.
Hidupnya yang awalnya bahagia tanpa celah bak pelangi indah berwarna tak berhitam. Sejujurnya Hyung Dae selalu berpikir apakah dia ini adalah seorang yang selalu bahagia,Hyung Dae memiliki sahabat yang begitu baik dan setia,keluarga kaya dan harmonis juga wajah yang menawan.
Namun,suatu saat dirinya belajar dari seorang gadis apa itu kebahagiaan sesungguhnya. Ia akan selalu mengenangnya sampai kapanpun. Walaupun dia hadir hanya sebentar tapi rasa cintanya untuk seseorang itu tak akan hilang.
Hariku selalu berputar sama seakan rekaman yang tak henti-hentinya. Kebahagiaan dalam hidupku memang pantas aku syukuri,setiap langkahku pastinya karena eomma yang melahirkan ku dan app yang menafkahi ku.
Memiliki sahabat yang kebetulan berkerja di tempat yang sama karena tawaran dari appa dan eomma ku.
Aku memiliki 6 sahabat yang berkepribadian berbeda, itulah yang membuatku merasa spesial di dunia ini.
"Hyung Dae-ya" panggil eomma Hyung Dae sambil mengetuk pintu.
"Iya eomma, Hyung Dae sudah bangun nanti aku akan ke bawah" balas Hyung Dae sambil memasang dasi.
"cepatlah,temanmu sudah menunggu dibawah" teriak Eomma Hyung Dae lagi yang takut putranya akan telat di hari pertamanya bekerja.
"Iya, Eomma" jawab Hyung Dae yang langsung mengambil tas yang akan ia bawa ke sekolah.
Setelah selesai bersiap dengan beberapa alat yang harus ifa bawa ke sekolah.
Hati ini hari pertamanya untuk mengajar, perasaan gugup tak dapat ia hindari. Walau dia hanya mengajar sebagai guru bimbingan konseling bukan berarti dirinya harus merasa tenang-tenang saja.
Langkah-langkah nya mulai terdengar setiap anak tangga yang ia turuni dengan cepat mengingat 6 sahabatnya telah menunggu untuk berangkat bersama.
"Hyung Dae-ya?! sarapan dulu" teriak Eomma Hyung Dae yang melihat putranya akan berlari ke arah teras rumahnya.
"Aku bawa bekal saja eomma" ucap Hyung Dae yang terlihat buru-buru.
Eomma Hyung Dae pun menyetujuinya,ia memasukkan beberapa makanan ke dalam kotak makan yang akan Hyung Dae bawa. Mungkin karena dia terbiasa makan masakan Eommanya bahkan hingga saat ini.
"Ini Hyung Dae-ya. Jangan lupa dimakan,ya?" Peringatan eomma Hyung Dae yang tahu putranya selalu lupa kalau urusan makan ketika pekerjaan sedang tahap sibuk.
"Iya Eomma" patuh Hyung Dae yang langsung pergi.
Hyung Dae melangkah keluar dan masuk kedalam mobil yang akan mereka tumpangi bersama. Mereka sepakat untuk berangkat bersama-sama untuk hari pertama mereka.
Setelah menempuh perjalanan singkat menuju tempat mereka bekerja, akhirnya mereka sampai tepat waktu di sekolah.
"Aku gugup Hyung..." Ucap Kyuhyun yang merasakan kegugupan.
"Tenanglah Kyu. Ini pasti akan baik-baik saja. Arraseo?" Balas Yong Jin yang berada disamping Kyuhyun sambil menepuk pelan pundak Kyuhyun agar merasa lebih tenang.
"Betul tuh,kamu harus percaya diri. Kita ini tampan dan pandai,kurang apa coba" ujar Jung Min bangga.
"Iya aku tahu,aku ini memang tampan" sela Yong Jin yang memang selalu percaya diri.
"Iyain" sahut mereka semua kecuali
Mereka yang sibuk saling menyahuti ucapan-ucapan, sedangkan Kyuhyun malah dibuat heran kenapa mereka belum kunjung turun.
"Hyung,kita kapan turunnya" tanya Kyuhyun yang terlampau polos.
"Eoh? Ayo kita turun" ajak Hyun Joong yang baru menyadarinya.
Mereka pun masuk ke sekolah bersama-sama dengan beberapa murid yang melihat kita seakan kita adalah artis KPop. Yah dia tahu,ia ini tampan. Tapi aku juga butuh privasi untuk berjalan tanpa dilihat oleh orang lain.
"Apakah pakaian aku salah ya?" Gumam Kyuhyun dengan melihat dirinya sendiri.
"Tidak,wajah kita yang terlalu tampan" sanggh Yong Jin bangga.
"Iyain" ujar mereka bersamaan kecuali Yong Jin.
Kami masuk ke ruang kepala sekolah untuk menemui dan mendapatkan beberapa arahan darinya.
Kami berjalan menuju pintu kepala sekolah. Sampai disana kami perkenalan dengan beberapa guru yang mengajar termasuk guru yang kami gantikan. Jujur ini pengalaman yang tak terlupakan sampai kapanpun.
Setelah selesai perkenalan kita diajak tour keliling sekolah dan pemberian tugas terakhir yang mereka ajarkan. Sedangkan aku pergi ke ruang BK untuk menemui guru BK yang lain.
Kebetulan juga aku adalah wali kelas dari XII IPA 4 yang terkenal dengan salah seorang muridnya Trouble maker di sekolah ini. Bahkan beberapa guru sempat menyerah jika harus berdampingan dengannya.
Setelah selesai berkemas aku pergi menuju kelas XII IPA 4 kebetulan juga ini jam pelajaran ku. Saat aku masuk banyak siswa maupun siswi membicarakan 'Myung Hee'. Siapa dia? Kenapa semua orang selalu membicarakannya?
Di kelas XII IPA 4...
"Annyeonghaseyo Kim Hyung Dae immida. Saya guru baru BK sekaligus wali kelas kalian. Jadi tolong kerjasamanya ya?" Ucapku seramah mungkin.
"Wah dia sangat tampan"
"Dia kan guru kita. Dia lebih cocok dari murid ketimbang guru" ujar beberapa siswa yang berbisik.
"Iya pak!" Sahut semua murid.
"Apakah saya bisa bertanya?" Tanya seorang siswi dengan mengacungkan jarinya.
"Tentu saja" jawab Hyung Dae dengan ramah.
"Apakah seonsaengnim sudah memiliki kekasih atau istri?" Tanya siswi bertujuan untuk menggoda Hyung Dae.
"Eoh? Belum,saya belum punya" jawabku jujur.
"Berapakah usia seonsaengnim?" Tanya seorang siswi lagi.
"Usia saya 24 tahun" jawabku lagi dengan jujur.
"Tapi kenapa masih seperti usia 18 tahun?" Goda siswi satunya lagi.
"Terimakasih atas pujiannya. Jadi mulailah kita pelajaran Bimbingan konseling ini" Ucap Hyung Dae tegas.
"Yah..." Pekik semua murid yang belum ingin memulai pembelajaran jam ini.
Hyung Dae berjalan ke arah meja guru untuk mengabsen siswa yang hadir dan yang berhalangan untuk hadir hari ini di jam pelajarannya.
"Apakah hari ini ada yang tidak masuk tanpa keterangan?" Tanya Hyung Dae memastikan.
"Ada,pak Kim" jawab seorang siswa yang bisa dilihat dia adalah ketua kelas disini.
"Siapa?" Tanya Hyung Dae mengerutkan keningnya bertanya-tanya.
"Lee Myung Hee" jawab mereka bersamaan.
'kenapa dia tak berangkat di hari ini. Aku harus bertanya pada guru atau murid nanti' batin Hyung Dae berpikir.
"Buka halaman 45 tentang kedisiplinan" kata Hyung Dae menatap mereka tegas untuk memulai pembelajaran di pagi ini.
"Baik pak Kim" jawab mereka serentak dengan rasa terpaksa kemudian membuka buku masing-masing.
Hyung Dae mengajar dengan sesekali mengajak siswa-siswinya berkomunikasi agar apa yang ia sampaikan mampu membuat siswanya paham. Tak terasa waktu pembelajaran akan berakhir setelah empat puluh lima menit lamanya.
"Pelajaran untuk pagi ini akan saya akhiri. Sampai jumpa Minggu depan, selamat pagi" ucap Hyung Dae mengakhiri pembelajarannya kemudian melangkah keluar dari kelas.
"Baik Pak Kim,sampai jumpa" jawab murid serentak.
Hyung Dae berjalan meninggalkan ruang kelas lalu melangkah menuju kantor BK untuk menemui guru lain menanyakan alasan ketidakhadiran salah satu siswinya.
"Permisi" Ucap Hyung Dae sopan memasuki ruang guru.
"Eoh? Iya,pak Hyung Dae. Silahkan masuk" sahut salah satu guru disana mempersilahkan Hyung Dae masuk.
"Apakah saya bisa bertanya?" Ucap Hyung Dae meminta izin pada lawan bicaranya.
"Tentu" jawab sang lawan bicara dengan menganggukkan kepalanya.
"Apakah anda mengenal seorang murid bernama Lee Myung Hee?" Tanya Hyung Dae memulai pertanyaannya.
"Tentu saja. Dia seorang trouble maker disini,apakah dia tidak berangkat lagi?" Jawab sang lawan bicara yang dapat menebak alasan Hyung Dae datang.
"Iya,jadi dia sering tidak masuk sekolah sebelumnya?" Tanya Hyung Dae mengerutkan keningnya.
"Betul pak Kim, bahkan sebulan ada 5-6 kali. Kemarin dia juga tak berangkat karena izin" jawab sang lawan bicara memperlihatkan surat yang ditujukan padanya atas nama Myung Hee.
"Sekarang dia izin juga kah?" Tanya Hyung Dae memastikan,mana mungkin dia membuat keterangan alpha pada muridnya jika ada keterangan yang sebenarnya.
"Kalau itu pak Hyung Dae bisa tanyakan pada salah seorang guru namanya Bu Joon Areum,dia guru yang sangat dekat dengannya" saran sang lawan bicara menunjukkan arah meja Areum.
"Baiklah saya permisi. Terimakasih pak atas informasinya" ucap Hyung Dae membungkukkan badannya kemudian pergi ke ruang guru yang lebih besar lagi.
Hyung Dae mencari meja Areum, setelah menemukannya dia melangkah masuk menuju ruang guru untuk mencari keberadaan Bu Areum.
"Permisi? Apakah anda bernama Bu Joon Areum?" Tanya Hyung Dae memastikan.
"Iya, benar. Apa ada yang bisa saya bantu?" Jawab Areum tersenyum simpul kemudian menganggukkan kepalanya.
"Apakah anda mengenal salah satu siswi bernama Lee Myung Hee?" Tanya Hyung Dae pada Areum.
"Iya,saya mengenalnya. Apakah dia buat masalah lagi?" Jawab Areum bahkan sampai berdiri dari duduknya.
"Tidak,dia hanya tidak berangkat tanpa alasan. Jadi saya datang ingin menanyakan alasannya" sela Hyung Dae yang terkejut dengan reflek Areum.
"Benarkah? Nanti saya akan hubungi dia untuk menanyakannya" ujar Areum menggaruk tengkuknya tak gatal.
"Baiklah,saya akan menunggu informasi berikutnya. Kalau begitu saya permisi, terimakasih atas waktunya" ucap Hyung Dae membungkukkan badannya sopan kemudian pergi berlalu menuju ruangannya.
"Sama sama" sahut Areum juga membungkukkan badannya sopan.
Setelah keluar dari ruangan itu membuatku bertanya-tanya siapa Myung Hee? Hingga dia selalu dibicarakan oleh seluruh pelajar dan bahkan guru guru disini. Entahlahku mencoba acuh dan memulai pekerjaan ku lagi. Mengecek data siswa, daftar kehadiran setiap kelas, menerapkan peraturan untuk tahun mendatang,dan melakukan beberapa evaluasi.
Waktu tak terasa menandakan pukul lima sore dengan cepat aku membereskan beberapa dokumen setiap kelas, merapikan setiap rak dokumen penting siswa.Selepas itu waktu ku terpotong lagi satu jam, mungkin karena aku harus benar-benar teliti pada setiap data diri agar lebih mudah mengeceknya nanti.
Pukul 4 sore aku mulai keluar menuju mobil yang aku kendarai bersama beberapa sahabatku tadi. Jujur aku senang mereka juga bisa merasakan kelancaran di hari pertama mengajar. Itu juga berlaku padaku. Tapi entah besok. Semoga saja 'iya'.
Kami sengaja mampu untuk membeli makanan dan minuman hangat. Tapi mataku teralihkan oleh sosok gadis cantik dengan pakaian tomboy sedang menghajar preman yang mencoba menggoda temannya. Jujur aku kagum dengan kemampuan berkelahinya bahkan dia sampai membuat preman itu terkapar tak berdaya. Ketujuh pasang mata dengan terbelalak kagum melihatnya. Jujur dia bahkan tak peduli pada luka di pipinya.
Siapa sangka berawal dari kekaguman ini membuatku mengenalnya lebih jauh,hingga mencintainya?
Itulah kehidupanku sebelum mengenalmu....
* * *
Cinta dan kasih sayang akan hadir untukmu jika kau memberikan kesempatan berada disisi mu.
(Kim Hyung Dae
°
°
°
To Be Continue...