Waktu terasa lama. Mengapa jauh rasanya? Aku tak sabar ingin segera sampai. Segitu Wira membawa motor cepat. Aku mendekap tas di depanku. Takut, sedih, khawatir, campur aduk kurasakan. Mas Aris kecelakaan. Aku tak menyangka dapat kejutan seperti ini dari-Mu ya Rabb. Pantas sore tadi hatiku sangat tak enak. Aku cemas suamiku belum pulang juga. Sampai magrib aku menantinya. Ternyata telah terjadi sesuatu. Dia mengalami kecelakaan setelah mengantar penumpang di jalan raya. Sesak kembali hatiku mengingatnya. Angin malam terasa menembus kulit. Dingin. Wira terus fokus mengendarai motor. Aku menunduk di belakang punggungnya. Tidak menyangka akan kejadian bepergian berdua saja seperti ini dengannya. Jika tidak darurat tentu aku tidak mau. Terdengar suara gemuruh. Aku mendongak dan melihat se

