Bab 45

1054 Kata

Ruang sidang itu terasa lebih dingin dari biasanya. Lusi duduk kaku di bangku saksi, kedua tangannya saling menggenggam begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Nafasnya pendek-pendek, dadanya sesak. Sejak hakim memasuki ruangan, jantungnya berdetak tak beraturan seolah tahu bahwa hari ini bukan hari yang baik. Gevan duduk beberapa baris di belakangnya. Tatapannya tak pernah lepas dari punggung Lusi. Ia bisa melihat bahu wanita itu sedikit gemetar. Dan pemandangan itu saja sudah cukup membuat amarahnya naik perlahan, seperti api yang disiram bensin sedikit demi sedikit. Hakim membuka berkas putusan dengan suara datar. “Setelah mempertimbangkan seluruh keterangan saksi, barang bukti, dan pembelaan terdakwa…” Lusi menelan ludah. “…pengadilan memutuskan bahwa terdakwa Gerald Orion t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN