Bab 36

1310 Kata

Napas Lusi terengah, dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya pucat, bibirnya kering, pandangannya berkunang-kunang. Kakinya tak lagi sanggup menopang tubuhnya, lututnya melemah hingga ia hampir jatuh terduduk di lantai yang dingin. Tubuhnya menggigil hebat, demam itu kembali datang lebih ganas dari sebelumnya. “Aku… aku tidak bisa berdiri…” ucapnya lirih, nyaris tak terdengar. Gerald tidak peduli. Tangannya menarik lengan Lusi dengan kasar, memaksanya bangkit. “Jangan berpura-pura lemah,” katanya dingin. “Kau masih bisa berjalan.” Setiap langkah terasa seperti siksaan. Lusi diseret menuju mobil, tubuhnya terhuyung, kepalanya berdenyut. Dunia terasa berputar. Ia mencoba bertahan agar tidak pingsan, karena ia tahu, jika ia jatuh sekarang, Gerald tidak akan berhenti. Perjalanan itu tera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN