Bab 41

777 Kata

Ruang sidang itu terasa dingin sejak pagi. Udara AC bercampur dengan ketegangan yang menggantung di antara bangku-bangku kayu. Lusi duduk di barisan depan bersama kuasa hukumnya, punggungnya tegak tetapi bahunya kaku. Tangannya saling menggenggam di pangkuan, jemarinya dingin meski ruangan tidak terlalu sejuk. Matanya menatap lurus ke depan, tidak berani menoleh ke arah kursi terdakwa. Gerald Orion duduk di sana dengan setelan jas mahal berwarna gelap. Rambutnya tersisir rapi, wajahnya tenang, bahkan nyaris santai. Tidak ada sedikit pun penyesalan di rautnya. Di sisi kanan dan kirinya, tiga pengacara ternama duduk berjajar. Nama-nama mereka dikenal luas, biaya jasa mereka tidak masuk akal bagi kebanyakan orang. Namun bagi Gerald, uang bukan masalah. Ia bersandar sedikit ke kursinya, sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN