[Mohon maaf atas ketidak-nyamanan ini, kami memerlukan waktu beberapa jam untuk kembali memperbaiki kesalahan dalam permainan agar semua pemain dapat kembali menikmati permainan. Jadi, diharapkan kepada semua pemain untuk segera melakukan logout terlebih dahulu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada akun anda.] Sebuah pesan pengumunan terlihat di setiap layar monitor orang-orang yang bermain Battle Network.
"Aku sudah mengumumkannya kepada semua pemain, Ketua," ucap Rico.
"Beberapa pemain sepertinya masih belum keluar," sahut Sakti memantau layar monitor komputernya.
"Sebentar lagi kita akan mulai melakukan perbaikan game," ucap Yoland.
"Apa kita harus memaksa mereka untuk keluar dari permainan?!" tanya Anata.
"Jangan," sahut Pom, "Jika itu kau lakukan, itu sama saja kau ingin merusak programnya."
"Pom benar...." ucap Yoland.
"Kita tunggu sebentar lagi." Sakti masih memantau status beberapa orang yang masih aktif di dalam permainan.
"Rico, tolong kau umumkan lagi kepada semua pemain agar segera keluar dari permainan!" seru Yoland.
"Baik, aku akan kembali memberitahukan kepada semua pemain agar segera keluar dari game," sahut Rico.
[Kami akan melakukan perbaikan sistem permainan lima menit lagi, diharapkan kepada semua pemain untuk segera keluar dari permainan.]
Satu per satu status pemain yang aktif mulai berkurang terpantau Sakti sampai tidak ada lagi satu pun status pemain yang aktif.
"Semuanya sudah keluar dari permainan, Ketua," ucap Sakti melaporkan.
"Baik, kita mulai sekarang!" seru Yoland.
Mereka pun mulai melakukan perbaikan sistem game Battle Network.
Sakti memeriksa semua data program satu per satu, kemudian dia menemukan satu data yang tidak pernah dia lihat.
"Apa ini?!" Sakti mengerutkan keningnya kemudian mencoba membuka data itu.
[Reinka-99 Evol 666] Tulisan ini memenuhi layar monitor komputer Sakti.
"Astaga!" ucap Sakti.
"Apa yang kau temukan?" tanya Yoland.
Rico menoleh dan menatap ke arah layar monitor yang ada di hadapan Sakti, "Ternyata virus ini sudah berevolusi!"
"Virus apa jenis apa ini?! Aku baru pertama kali menemui virus yang bisa berevolusi!" ucap Anata.
"Jadi, virus ini yang membuat semua serangan tidak berdampak apapun?!" sahut Sakti.
"Lalu, bagaimana kita bisa memperbaikinya?" tanya Pom.
"Jika program dasar game tidak sesuai dengan virus yang akan kita lawan, maka game tidak akan memiliki fungsi apapun..." ucap Anata.
"Kalau begitu, kita sesuaikan data program dasar game dengan virus ini agar kita bisa melawannya!" seru Yoland.
"Tapi, jika kita ubah data program dasar game, maka akan membuat tingkat pencapaian semua pemain akan disetel ke awal lagi, Ketua," ucap Rico.
"Kita akan melapis data baru dengan data yang lama," sahut Sakti, "Maka semua tingkat pencapaian semua pemain tidak akan hilang."
"Backup data ya?!" ucap Rico memikirkan usulan dari Sakti.
"Hebat juga kau, Sakti. Aku tidak berpikir sampai ke situ..." ucap Pom bangga.
"Tapi, apa ruang penyimpanan kita cukup untuk menyimpan semua data program?!" tanya Rico.
"Iya, ruang penyimpanan dataku hanya tersisa sedikit karena data dari game Battle Network..." ucap Pom.
"Ruang penyimpanan dataku juga," imbuh Anata.
Sakti kembali berpikir sejenak, "Bagaimana jika kita bagi saja datanya menjadi lima bagian, lalu kita simpan salah satu bagian di masing-masing data penyimpanan komputer? Itu akan menghemat ruang data yang terpakai," ucap Sakti.
"Begitu ya.... Itu bisa!" ucap Rico.
"Baiklah, aku akan membagi data program menjadi lima bagian," ucap Yoland, "Anata, kau menyimpan data program tingkat pencapaian semua pemain beserta data program item hadiah," sambung Yoland menoleh ke arah Anata dan sembari mengirim datanya ke komputer Anata.
"Baik!" sahut Anata.
"Sakti, kau menyimpan data program server game, data program visual lokasi, dan data program deteksi virus!" ucap Yoland menoleh ke arah Sakti dan Sakti pun mengangguk yakin.
"Pom, bagianmu adalah data program kemampuan dan data program rekaman algoritma pergerakan virus," ucap Yoland kepada Pom.
"Siap!" seru Pom dengan mulut penuh dengan makanan.
"Lalu, Rico, kau siapkan data program baru yang sudah disesuaikan dengan virus Reinka-99 yang berevolusi!" ucap Yoland kepada Rico dan Rico pun mengangguk mengiyakan.
"Dan aku menyimpan data program yang tersisa dari program lama yang akan dilapis dengan data program yang baru," ucap Yoland.
"Sebentar lagi salinan data program baru akan hampir selesai disesuaikan," ucap Rico sembari kesepuluh jarinya beradu dengan keyboard di depannya.
Tak berapa lama, akhirnya data program baru sudah selesai dibuat.
"Semuanya sudah siap, Ketua," ucap Rico.
"Baik.... Sekarang tolong kirimkan data program baru itu kepadaku," sahut Yoland.
"Siap, Ketua!" seru Rico kemudian seketika menekan tombol enter pada keyboard di depannya.
Data program baru pun berhasil terkirim ke komputer Yoland.
"Aku akan melapis data program lama dengan data yang baru." Yoland mulai memindah data yang tadi baru diterimanya dari Rico ke dalam folder dara program lama. Seketika data program lama langsung tertimpa dengan data program yang baru.
"Sudah selesai! Selanjutnya, kalian kirim kembali masing-masing data kepadaku!" seru Yoland.
"Siap!" seru Sakti, Anata, dan Pom bersamaan. Kemudian mereka pun langsung mengirimkan semua data program yang tadi mereka terima kepada Yoland.
"Bagus! Semua data program sudah terkumpul, aku akan menyatukan semuanya!" Yoland menggabung semua data yang tadi dia terima dari Sakti, Anata, dan Pom ke dalam satu folder bersama data program baru yang sudah disesuaikan dengan virus Reinka-99 yang sudah berevolusi.
Penggabungan data program pun telah selesai.
"Kita akan mencobanya, apakah data program ini berfungsi atau tidak!" seru Yoland.
Kemudian, Sakti, Yoland, Anata, Rico, dan Pom pun mulai kembali memainkan game untuk mencoba data program baru.
"Bagaimana cara kita menguji-cobanya?" tanya Anata.
"Anata, serang aku!" ucap Sakti.
"Untuk apa?!" tanya Anata heran.
"Dengan cara kau menyerang karakter Sakti, kita akan tahu berhasil atau tidaknya data program baru," ucap Yoland.
"Bagaimana jika berhasil? Semua item karaktermu akan hilang dan kau akan memulainya lagi dari awal...." ucap Anata.
"Jika Anata tidak mau, biarkan aku saja!" seru Rico seketika menggerakkan karakternya untuk mengayunkan pedang ke arah karakter Sakti yang sudah bersiap untuk menerima semua serangan.
Pedang yang diayunkan karakter Rico sepertinya mengenai tubuh karakter Sakti.
"Berhasil!" seru Sakti dengan semangat.
Sakti menatap ke arah sudut kiri atas layar monitornya memeriksa berapa banyak dampak serangan yang dia terima dari serangan karakter Rico.
"Hah?!" Sakti terdiam.
"Ada apa, Sakti?" tanya Yoland.
Sakti menggeleng, "Sepertinya data program baru tidak berfungsi," ucap Sakti.
"Apa maksudmu tidak berfungsi?!" tanya Rico heran, "Bukankah seranganku dengan telak mengenaimu?!"
"Memang benar, seranganmu mengenai karakterku, tapi status bar HP karakterku sepertinya tidak berkurang satu persen pun," jawab Sakti.
"Padahal karakter sudah merespon, tapi kenapa tidak memiliki dampak serangan?! Apa ada data program yang terlewat?!" ucap Rico bertanya pada dirinya sendiri.
"Sepertinya bukan ada masalah dengan data program baru, tapi memang karena sistem yang kita miliki tidak dapat menjangkau tingkat yang dimiliki virus Reinka-99," sahut Yoland.
"Jadi memang benar, kita harus segera mendapatkan bantuan dari pemerintah agar game Battle Network bisa terus berjalan," ucap Pom.
"Benar," sahut Yoland sembari mengangguk mengiyakan.
Sakti pun menoleh ke arah Anata.
Anata menghela nafas dan menghembuskannya perlahan, "Baiklah, aku akan membujuk ayahku agar bisa membantu kita," ucap Anata.
"Baik." Yoland beranjak berdiri, "Hari ini aku rasa sudah cukup, kita lanjutkan lagi besok setelah kita berhasil mendapatkan bantuannya," ucap Yoland.
Sakti pun mengangguk, kemudian ia menggeliatkan tubuhnya yang terasa penat karena terlalu lama duduk.
"Baiklah, ayo kita pulang..." ajak Sakti sembari beranjak berdir dari tempat duduknya.
Serentak Yoland, Anata, Rico, dan Pom pun mengangguk mengiyakan. Kemudian mereka pulang bersama-sama ke rumah tempat tinggal mereka masing-masing.