18. Menjadi Pemula

1148 Kata
Sakti sudah pasrah, dan dia berniat akan membalas serangan Ecline menggunakan karakternya yang sebenarnya dengan status level yang sudah mencapai tingkat tertinggi. Namun, saat pedang sabit yang diayunkan Ecline hampir mengenai karakter Sakti, tiba-tiba sebuah serangan energi dengan elemen petir melesat dan mengenai pedang sabit milik Ecline sehingga serangan Ecline gagal. Seketika dua karakter berjubah hitam saling berhadapan. Mereka berdua adalah Rozl dan Ecline. Pertarungan sangat sengit antara Rozl dan Ecline dilihat oleh Sakti. "Status karakter mereka berdua sangat tangkas, status kecepatannya seimbang," ucap Sakti berdecak kagum. Sakti membuka fitur peta dan mengingat lokasi karakternya berada saat ini. "Aku akan segera kembali dan membalasmu..." ucap Sakti dan berniat hendak mengganti akunnya. Namun, seketika Sakti teringat dengan ucapan Ecline yang dia dengar tadi sore dan mengatakan bahwa semua serangan tidak akan berdampak kepada siapapun termasuk kepada monster. "Kenapa mereka berdua bisa saling meyerang?! Bukankah tidak akan berdampak apapun. Tapi, bukannya tadi aku juga terkena serangan dari Rozl sampai 'Health Pointku' habis?! Serangan Ecline juga tadi berdampak pada karakterku. Artinya, Ecline berkata bohong bahwa semua serangan tidak akan berdampak apapun." Sakti mulai berpikir sambil terus menatap kedua karakter berubah hitam sejak tadi masih saling bertarung. "Akan aku coba untuk menyerang mereka memakai akunku yang asli." Sakti menekan tombol fitur untuk berganti akun. Ia masukkan nomer identitas gamenya yang terdaftar sebagai Game Master. "Sebaiknya aku langsung menemui mereka." Sakti menekan tombol pada keyboard di depannya dan menggerakka karakternya berlari ke lokasi di mana Ecline dan Rozl bertarung. "Itu mereka." Sakti memantau dari kejauhan, "Aku akan menyerang mereka berdua sekaligus!" Dari kejauhan Sakti membidik ke arah dua karakter berjubah hitam yang saling bertarung. "Peluru apa yang aku gunakan?! Semuanya memiliki efek yang bagus..." Sakti masih bingung saat memilih peluru mana yang akan dia gunakan untuk menembak. 'Frollet.' Sakti menemukan peluru dengan nama itu, kemudian dia memeriksa efek dari peluru itu. [Peluru ini berfungsi untuk membuat karakter yang terkena serangan agar membeku.] "Peluru ini sepertinya bagus untuk menguji-coba apakah seranganku berhasil atau tidak." Sakti memilih peluru itu dan kemudian langsung menembakkannya ke arah dua karakter berjubah hitam, yaitu Ecline dan Rozl. Peluru bernama Frollet melesat dan langsung tepat mengenai kedua karakter berjubah hitam itu. Namun, peluru yang tadi ditembakkan Sakti ke arah dua karakter itu tidak berdampak apapun. "Aku benar...." gumam Sakti mulai menyadari suatu hal, "Sepertinya hanya karakter yang aku dan teman-temanku gunakan yang setiap serangan tidak berdampak apapun. Tapi, karakter lain masih bisa digunakan...." Ecline akhirnya dapat dikalahkan oleh Rozl. "Siapa orang itu?! Dia bisa mengalahkan Ecline sendirian." Sakti mengerutkan kedua keningnya sambil menatap layar monitor memerhatikan karakter berjubah hitam bernama Rozl yang terlihat sedang mengambil beberapa item yang terjatuh dari Ecline setelah dia dikalahkan. Namun, tiba-tiba karakter berjubah hitam bernama Rozl menghilang. Sakti terkejut kemudian mencari kemana Rozl pergi. Dengan sekejap, karakter bernama Rozl berdiri tepat di depan karakter yang digunakan Sakti. "Hah?! Apa dia juga akan menyerangku?!" gumam Sakti. "Ayo kita bertarung!" tulis Rozl. "Dia mengajakku untuk bertarung melawannya," gumam Sakti. "Aku tidak bisa melawanmu...." balas Sakti. "Kenapa?! Apakah kau takut denganku?!" "Bukan masalah takut atau tidaknya, tapi aku memang benar-benar tidak bisa melawanmu," balas Sakti lagi. "Lalu, apa yang kau lakukan sejak tadi di sini?! Kau mengintai aku, kan?!" "Eh! Tidak, aku tidak mengintaimu." Karakter berjubah hitam bernama Rozl bergerak untuk bersiap dengan posisi menyerang. "Sepertinya, item-item yang kau miliki statusnya sangat langka," tulis Rozl. Dua pedang kecil berwarna merah melesat dari atas langit dan menancap di atas tanah tepat di samping kanan dan kiri karakter Rozl. "Dia benar-benar akan menyerangku!" Kedua pedang kecil itu perlahan terangkat dan melayang dan kemudian kedua pedang kecil itu melesat mengenai karakter Sakti. "Ternyata status pertahananmu sangat tinggi sehingga aku tidak bisa menyerangmu," tulis Rozl. "Sebenarnya, status pertahanan karakterku masih sangat rendah." "Lalu, kenapa karakter yang kau miliki tidak merasakan dampak apapun dari seranganku?!" "Jika aku katakan padanya bahwa aku adalah salah satu Game Master dan karakter yang tadi dia kalahkan adalah Hacker, mungkin dia tidak akan percaya kepadaku," pikir Sakti. "Mungkin karakter yang tadi aku pakai sedang rusak. Makanya seranganmu tidak berdampak apapun kepada karakterku," tulis Sakti. "Sebaiknya kau laporkan saja masalah ini kepada Game Master, agar mereka segera memperbaikinya," balas Rozl memberi usul. "Iya, aku sudah melaporkannya... Mungkin sebenar lagi karakter yang aku gunakan akan kembali bisa dipakai," tulis Sakti. "Baiklah, aku akan pergi untuk lanjut berburu monster lagi," tulis Rozl. "Terima kasih," balas Sakti. "Terima kasih untuk apa?! Bukankah kita baru saja bertemu?!" "Aku adalah orang yang tadi kau tolong saat aku diserang Ecline," balas Sakti memberitahu. "Jadi, yang tadi itu juga salah satu akunmu?" "Benar...." "Baiklah, senang bertemu denganmu... Aku akan lanjut berburu lagi." "Sebentar!" "Ada apa?!" "Apa aku boleh meminta bantuan kepadamu?" "Kau ingin aku melakukan apa?!" "Aku ingin meningkatkan status level karakterku, dan bisakah kau menolongku?!" "Baiklah." "Benarkah? Baik, aku akan berganti akun dan segera kembali ke sini," tulis Sakti. "Baiklah, aku akan menunggu di sini." Sakti bergegas untuk mengganti akunnya dengan akun baru dan langsung kembali ke lokasi di mana Rozl menunggu. [Party Request] Sakti menerima permintaan untuk party dari Rozl. "Aku tahu lokasi monster-monster yang biasanya menjatuhkan item-item yang bagus," tulis Rozl. "Benarkah?!" balas Sakti. "Iya, aku akan memindahkan kita ke lokasi itu!" Rozl pun membawa karakter baru Sakti ke lokasi yang di tunjuk oleh Rozl. Saat mereka tiba di lokasi yang dimaksud oleh Rozl, benar saja, banyak terdapat monster di lokasi itu. Karakter Rozl berlari ke arah kerumunan monster dan menyerang mereka tanpa ampun, sedangkan level yang dimiliki karakter Sakti meningkat sangat pesat walau hanya berdiam diri saja. Perburuanpun selesai, level karakter yang dimiliki Sakti sudah cukup tinggi. "Aku akan pergi. Semoga suatu saat nanti kita bertemu lagi," tulis Rozl. "Tunggu! Aku ingin memberikan sesuatu kepadamu sebagai hadiah sudah membantuku menaikkan level," balas Sakti. Sakti bergegas berganti akun lagi dan kembali menghampiri Rozl yang masih berada di lokasi perburuan. "Ini bukan item langka, darimana kau mendapatkan item ini?!" tulis Rozl bertanya saat ia memeriksa fitur penyimpanan dan melihat sebuah item berbentuk pedang hitam berukuran sedang dengan bentuk yang sangat unik. "Ini adalah sebuah item legendaris, aku mendapatkannya dari seseorang yang membuatkannya khusus untukku, dan sekarang aku rasa kau yang lebih tepat menggunakannya," balas Sakti. Rozl mencoba memakai item baru yang tadi diberikan oleh Sakti. Rozl melompat kembali ke kerumunan monster, kemudian dengan satu ayunan berputar yang memang hanya khusus dapat digunakan jika memakai item legendaris, semua monster dalam radius yang sangat luas berhasil dilenyapkan dalam satu kali serangan. "Baiklah, mungkin kita bisa melanjutkannya besok," tulis Sakti. "Baik," balas Rozl. Sakti kembali menekan tombol yang membuat akun miliknya keluar, kemudian ia beranjak berdiri dari kursi dan berjalan ke arah kasur tempat tidurnya. Sakti menghempaskan tubuhnya ke atas tepat tidur untuk melepas penat setelah hampir seharian dia duduk di depan komputer. "Bermain game?!" pikir Sakti, "Bukan, game yang aku mainkan bukanlah game pada umumnya, Battle Network bekerja seperti sebuah anti-virus yang bergerak secara manual." Tok... Tok... Tok.... Suara ketukan pintu terdengar saat Sakti hampir terlelap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN