"Astaga! Apa yang harus aku lakukan!" Sakti menepuk dahinya, "Aku harus mengatakan apa?! Bagaimana jika apa yang tadi dikatakan Rico benar-benar terjadi?!" pikir Sakti, tapi kedua kakinya tetap pantang untuk berhenti. Semakin jauh kedua kaki Sakti melangkah, semakim cepat juga pergerakan langkah itu. Sampai tanpa sadar Sakti sudah tiba dan berdiri di depan pagar hitam yang besar. "Kenapa badanku seperti bergerak sendiri?!" gumam Sakti bingung. Dengan wajah pucat Sakti melangkah mendekati sebuah kotam hitam yang tertanam pada beton pagar besar itu. Tangan kanannya bergerak menekan sebuah tombol berwarna merah pada kotam hitam. "Ya... Ada yang bisa saya bantu?" Terdengar suara laki-laki dewasa dari sebuah speaker pada kotak hitam di depan Sakti berdiri. Tapi Sakti hanya diam dan terlih

