27. Sarang Reinka-99

1264 Kata
Sakti bersama Yoland, Anata, dan Rico masih melakukan perburuan virus Reinka-99 melalui game 'Battle Network' buatan mereka. Sakti menatap jam dinding dan mengetahui bahwa sudah pukul dua belas tepat tengah malam. "Hooammmh." Sakti meregangkan kedua tangannya sambil mengeliat, "Tidak terasa sudah jam segini...." Kedua tangan Sakti kembali beradu dengan keyboard. Sakti to Nata : "Apa kamu belum mengantuk?" Nata to Sakti : "Sebenarnya aku merasa sedikit mengantuk...." Sakti to Nata : "Sebaiknya kamu tidur, takut kalau besok kesiangan...." Nata to Sakti : "Bagaimana dengan kalian?" Sakti to Nata : "Aku juga sebentar lagi ingin tidur. Sebaiknya kamu mengatakan pada teman-teman yang lain dulu..." Nata : "Teman-teman, sepertinya sudah larut malam. Aku sudah mengantuk." Rico : "Wah! Kamu tidur saja, Anata. Jangan khawatir dengan virus, kami akan mengatasinya. Tenang saja." You-Land : "Iya, kamu sebaiknya tidur. Bukankah besok kita harus kembali ke kantor ayahmu untuk meminta bantuan?!" Nata : "Baiklah, sampai jumpa besok." (Nata is offline) Notifikasi di ruang obrolan. Sakti : "Bagaimana dengan kalian?" Rico : "Aku juga mulai sedikit mengantuk." You-Land : "Aku belum mengantuk." Sakti : "Aku sama seperti Ketua. Masih belum mengantuk." Rico : "Kalau begitu, aku juga duluan ya. Sudah mengantuk..." (Rico is offline) Sakti dan Yoland melanjutkan perburuan berdua, hanya berdua saja. Saat berburu monster, yaitu wujud lain dari virus Reinka-99 sambil terus menelusuri jalan, tanpa mereka berdua sadari karakter mereka sudah berada di dekat hutan. "Cahaya biru?" gumam Sakti saat ia melihat di layar monitornya ada sebuah cahaya berwarna biru yang dia perkirakan berada di tengah hutan. Kedua tangan Sakti beradu dengan keyboard di depannya. Sakti : "Ketua, apa kau melihat ada cahaya biru berasal dari dalam hutan?" Yoland menggerakkan karakternya menghadap ke arah hutan, dan seketika ia juga melihat cahaya berwarna biru yang dihalangi pepohonan hutan yang lebat. You-Land : "Iya, aku juga melihatnya. Apa itu?" Sakti : "Bagaimana jika kita berdua memeriksa asal dari cahaya biru itu." You-Land : "Ayo!" Sakti dan Yoland pun membawa karakter mereka memasuki hutan tepat ke arah cahaya berwarna biru yang mereka lihat. Setelah berhasil menemukan dan sampai di asal cahaya berwarna biru itu, sontak Sakti dan Yoland terkejut. Sakti dan Yoland melihat banyak sekali benda bulat yang ukurannya lumayan besar, bentuknya mirip seperti telur, Di dalam telur besar itu terlihat cahaya berwarna biru yang bersinar kerlap-kerlip. Sakti : "Apa di hadapan kita ini adalah telur dari virus Reinka-99?!" You-Land : "Sepertinya begitu..." Sakti : "Bagaimana kalau kita coba menghancurkan telur-telur itu?" You-Land : "Aku ragu kalau kita bisa menghancurkannya, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba." Yoland lebih dulu membawa karakternya lebih mendekat ke arah telur-telur itu, kemudian Sakti pun langsung membawa karakternya mengikuti karakter Yoland. Sakti langsung mengaktifkan skill bernama Room Haste, yaitu skill penunjang yang memiliki fungsi untuk meningkatkan kecepatan gerak karakternya serta pemain di dekatnya. Kemudian, selanjutnya Sakti mengaktifkan skill bernama Silent Applors Lv-1, yaitu skill yang memiliki fungsi jika pemain yang menggunakan skill ini saat 'Health Point-nya' tersisa sepuluh persen, maka secara otomatis akan mengaktifkan skill bernama Invicible Wormhole yaitu skill serangan yang menciptakan sebuah lubang besar tak terlihat dan jika monster berada di dalam jangkauan skill ini maka monster itu akan terhisap ke dalam lubang dan menghisap 'Health Point' yang dimiliki monster, lalu secara langsung pengguna skill ini 'Health Point-nya' akan bertambah sesuai dengan jumlah angka 'Health Point' yang terhisap dari monster. Kelemahan skill ini ialah hanya bisa digunakan kepada monster, dan serangannya tidak bisa ditujukan kepada pemain lain. Sakti : "Aku sudah siap untuk menyerang telur-telur itu." You-Land : "Baiklah, aku akan mulai lebih dulu!" Yoland membawa karakternya berlari dengan sangat cepat sambil membentangkan pedang bernama Calibrex dan mengenai salah satu telur di depannya. Namun, karakter Yoland terpental mundur setelah pedangnya mengenai telur itu. You-Land : "Telur-telur itu memiliki perisai pelindung. Seranganku belum mampu menembus perisai pelindung itu." Sakti : "Sepertinya memang benar bahwa telur-telur ini merupakan telur dari virus Reinka-99." You-Land : "Benar, semua telur sepertinya sangat dilindungi. Sebaiknya kita berdua harus segera menjauh dari hutan ini, karena menurut yang aku tahu jika ada telur pasti ada induknya, dan telur tempatnya ada di dalam sarang. Jadi, hutan ini adalah sarang dari virus Reinka-99." Sakti : "Apa kita harus menanyakan hal ini kepada Rico?" You-Land : "Sebaiknya jangan dulu karena jika Rico kembali melakukan perbaikan sistem game, maka akan membuat para pemain lain akan merada bosan. Sakti pun menyetujui ajakan Yoland untuk keluar dari hutan dan menjauh. Kemudian mereka berdua pun melanjutkan perjalanan berburu monster yang menghalangi di depan jalur mereka sampai tidak terasa sudah pukul empat subuh. Yoland : "Sepertinya malam ini cukup, kita lanjutkan besok sekaligus memberitahukan dan mengajak Pom untuk membuat akun baru." (You-Land is Log-out) Sakti pun ikut menekan tombol Log-out setelah sebelumnya ia membuka panel pengaturan permainan. Sakti beranjak dari tempat duduk dan langsung berjalan mendekat ke tempat tidur kemudian Sakti langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Perlahan kedua bola mata Sakti mulai menutup. Namun, Sakti terus berusaha untuk menahan rasa mengantuknya itu sampai ia tak mampu lagi menahan rasa mengantuk itu sehingga ia pun tertidur dengan sendirinya. *** Pukul sembilan pagi, Anata sudah berada di dalam 'base camp' menunggu teman-temannya yang lain untuk berkumpul di sana. Kemudian Sakti dan Yoland datang bersama-sama. "Rico di mana?!" tanya Anata heran. "Tadi aku sempat ke rumah Rico untuk menjemputnya, tapi kakaknya Rico mengatakan bahwa Rico sedang sakit demam sehingga tidak bisa bangun," jawab Yoland memberitahu. "Hah! Rico sakit?!" ucap Sakti terkejut kemudian berpikir sejenak, "Sepertinya ada suatu hal yang kurang beres...." pikir Sakti, tapi ia segera menepis firasatnya itu, "Tapi tidak mungkin ada orang yang berniat mencelakai Rico, sedangkan tadi malam Rico mengatakan bahwa di rumah kediamannya sedang ada banyak orang...." "Lalu Pom?! Di mana dia?! Sejak tadi malam dia tidak ada di rumahnya..." ucap Anata. "Apa seharusnya kita menjenguk mereka berdua dulu sebelum tiba di kantornya ayahnya Anata?" tanya Sakti. "Itu ide yang bagus, tapi sebaiknya kita menemui ayahku dulu di kantor, karena dia sulit untuk ditemui," sahut Anata. "Baiklah, jadi hanya kita bertiga yang akan berangkat..." ucap Yoland. Tak lama kemudian tampak sebuah bus berhenti tepat di tepi jalan di depan 'basecamp'. Sakti, Yoland, dan Anata pun langsung berjalan dan masuk ke dalam bus itu. Setibanya di kantor di mana Pak Ardi ayahnya Anata berada, Anata melangkah lebih dulu untuk masuk ke dalam kantor. Namun, saat Anata hendak membuka pintu, ternyata ada seseorang yang lebih membuka pintu itu dari dalam. "Eh, Anata?" sapa Tante Kina dengan tersenyum di depan kantor di mana ayah Anata berada. "Tante, ayahnya ada?" tanta Anata. "Kalau jam segini biasanya Pak Ardi sedang rapat," jawab Tante Kina. "Lalu, jam berapa ayah bisa ditemui?" tanya Anata lagi. "Sekitar satu jam lagi, mungkin Pak Ardi sudah selesai rapatnya," jawab Tante Kina lagi. "Oh, begitu ya, Tante... Kalau begitu kami pulang dulu..." ucap Anata. "Mau pulang?!" ucap Tante Kina heran. "Iya, kami bertiga ingin menjenguk dua teman kami yang sedang sakit," ucap Anata. "Siapa?" tanya Tante Kina. "Rico dan Pom, Tante...." jawab Sakti. "Yang mana ya? Tante lupa..." ucap Tante Kina tersenyum malu karena tidak ingat dengan dua orang teman Anata, yaitu Rico dan Pom. "Yang satunya laki-laki memakai kaca-mata, dan yang satunya lagi itu laki-laki berbadan gemuk, Tante," ucap Yoland memberitahu. Tante Kina pun mengangguk, "Memangnya mereka berdua sedang sakit apa?" tanya Tante Kina. "Sebaiknya kami segera pulang dulu, Tante..." ucap Anata kemudian dengan paksa menarik tangan Sakti dan Yoland untuk menjauh dari depan pintu kantor. "Kalian berdua ini mau ngobrol atau apa?!" tanya Anata kesal. "Eh... Maafkan kami berdua ya..." ucap Sakti dengan raut wajahnya yang sedikit malu. Setelah beberapa menit menunggu di tepi jalan, sebuah bus pun singgah tepat di depan Sakti, Anata, dan Yoland.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN