Setan Perempuan

1244 Kata

“Aarrgh!” Nisya melepas paksa tangan kanannya dari cengkeraman Lana. “Jeng Anjani apa-apaan, sih!” Dengan raut wajah kesal, ia mengusap-usap lengannya yang sedikit lecet. “Maaf, Jeng. Saya kaget.” Lana pura-pura menyesal, padahal diam-diam dia tersenyum puas. Ia putuskan menunda rencananya tadi dan memikirkan cara lain. “Di sana ….” Lana menunjuk ke arah foto raksasa keluarga Nisya. “di sana ada setan.” Seketika suara bising yang berasal dari para ibu yang kompak berdiri memenuhi tempat itu. Seperti semut yang melihat gula, mereka mengerumuni Nisya dan Lana. “Jeng Anjani jangan asal bicara, ya! Mana ada setan siang-siang begini? Lagi pula rumah saya asri begini, masak iya ada hantu?“ “Saya serius, Jeng. Ya sudah, kalau Jeng nggak percaya. Saya minta maaf karena sudah bikin sedikit ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN