Aku memperhatikan kaki itu dengan saksama dari bawah sini. Kaki itu mulai menjejak masuk. Ada yang aneh dengan gerakannya. Seperti sedikit bergoyang-goyang. Warnanya juga tampak berbeda dengan pasangannya. Tepat ketika kaki itu berada di depan mataku. Saat ia duduk di atas ranjang yang tadi kutempati, aku baru sadar. Jika kaki itu hanyalah kaki buatan. Tetapi dengan tekstur lentur layaknya kaki asli. Aku hampir terkecoh saat melihatnya. Sejak kapan Bagus memakai kaki palsu? Jelas saja, seorang Bagus Raharja tidak boleh selamanya terpuruk dengan keadaan. Dan tentu saja, Pak Darma tak akan membiarkan anak semata wayangnya terlihat cacat di mata banyak orang. Apalagi, ikatan antara dirinya dan Mbak Esti sudah terlanjur diumumkan. Mau tak mau Mbak Esti harus menerima apa pun keadaannya. I

