Bertemu

1074 Kata

Aku memilih duduk di dalam mobil sembari menunggu pesanan dibungkus. Menanti Pak Revan dan menyembunyikan identitasku di sini. Kutarik ponsel dari dalam saku dan mengusap layar. Mencari aplikasi chat untuk mencari nama teman yang mungkin kini masih penasaran denganku di dalam kafe sana. Kuketik beberapa kalimat untuk menyapa. Aku juga ingin meluapkan sedikit waktu melepas rindu dengannya. [Ky, kau memang sahabat yang baik. Ya ... ini benar aku. Hanya saja aku tak bisa menunjukkan diriku di depan publik begitu saja. Bisa kita bertemu di rumahmu saja?] Sedikit ragu, tak langsung kukirimkan pesan ini. Bola mataku bahkan memutar ke segala arah sembari memantapkan hati. Memikirkan apa sudah benar rencana ini? Atau justru malah jadi Boomerang untukku nantinya? Kulihat foto profil sahabatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN