Disetujui

1018 Kata

Esti begitu cemas. Menekan tombol hijau untuk menelepon kembali. Namun, rupanya nomor yang dihubunginya telah mati. Tak bisa disambungkan. “Apa yang terjadi padamu, Don,” gerutunya sembari mengubah posisi dari rebahan menjadi duduk. Begitu serius menatap ponsel untuk mencari nomor yang mungkin bisa dihubungi untuk mencari tahu keadaan Doni di sana. Ia men-scroll nama kontak yang ada pada daftar telepon. Tetapi tak satu nama pun yang mungkin bisa membuatnya tenang. Hingga satu nama muncul yang membuatnya sedikit ragu. Rania. Gadis yang beberapa kali ditemuinya berjalan bersama Doni. Esti mendapat nomor gadis itu dengan mengirimkan kontaknya dari ponsel Doni. Yang saat itu berada dalam toilet, setelah bencana angin kencang pada pantai saat liburan beberapa waktu lalu. Esti yang begitu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN