Diterima

1139 Kata

Pak Andri membalas chat calon besannya dengan kalimat. [Ya, lima belas menit lagi saya datang] Ia sepertinya belum siap. Setelah mengirim balasan chat, kepalanya dijambak sendiri, seperti bingung harus berkata apa saat bertemu dengan sahabatnya itu nanti. Bagaimana dengan rencananya untuk memperluas jaringan perusahaannya bersama Pak Darma? Semua janji-janji yang pernah diucapkannya? Semua pikiran itu berkecamuk di otak Pak Andri. Alisnya bertaut. Sedikit menyesal. Kenapa harus terburu-buru seperti ini? Ia melirik jam dinding pada tembok kantor pribadinya yang jarumnya menunjukkan pukul 19:05. Lima belas menit lagi ia harus sudah sampai di rumah keluarga Raharja. Ia benar-benar belum siap. Tak tahu harus bagaimana. Dibereskannya beberapa lembar kertas yang selesai dipelajari, dan memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN